News
Beranda » Gaikindo Temui Menteri Keuangan, Insentif EV Kembali Dikaji

Gaikindo Temui Menteri Keuangan, Insentif EV Kembali Dikaji

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Gaikindo Dok. Kemenkeu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Gaikindo Dok. Kemenkeu

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Industri otomotif nasional kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa guna membahas penguatan sektor otomotif, termasuk kemungkinan pemberian kembali insentif EV.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa industri otomotif merupakan salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional. Transformasi menuju kendaraan listrik (EV) dan hybrid dinilai krusial agar Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah mengkaji berbagai bentuk dukungan, termasuk insentif untuk kendaraan listrik.

“Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan agar industri otomotif dalam negeri semakin kompetitif secara global, sekaligus mendorong transisi menuju kendaraan yang lebih bersih,” ujarnya.

iCAR V23. Dok. Motoresto.id

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil pada kuartal pertama 2026 menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh semakin tingginya adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Fasilitas BYD Kebakaran di Shenzhen, Area Parkir Kendaraan Uji Hangus

Namun, pembahasan insentif EV masih belum final. Pemerintah masih akan melakukan koordinasi lanjutan dengan Kementerian Perindustrian yang dipimpin oleh Agus Gumiwang Kartasasmita. Fokus awal kemungkinan akan diarahkan pada insentif motor listrik, yang dinilai lebih siap dari sisi ekosistem.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Meski demikian, produksi kendaraan konvensional tidak akan dihentikan. Strateginya akan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke pasar baru.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *