News
Beranda » Hyundai Tarik Ratusan Ribu Mobil Akibat Risiko Airbag Meledak

Hyundai Tarik Ratusan Ribu Mobil Akibat Risiko Airbag Meledak

Hyundai Motor Group mulai tahun 2026 akan secara signifikan memperluas jaringan pengisian daya plug-and-charge (PnC) untuk kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Korea Selatan (Korsel). (Foto: Pixabay)

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Hyundai Motor Company kembali mengumumkan program recall besar yang melibatkan hampir 425 ribu kendaraan di Amerika Serikat. Recall ini mencakup beberapa model populer seperti Tucson, Santa Cruz, hingga mobil listrik Ioniq 5 dan Ioniq 9.

Masalah yang ditemukan cukup beragam, mulai dari potensi airbag pecah saat mengembang, sistem pengereman otomatis yang terlalu sensitif, hingga komponen suspensi belakang yang berpotensi kendur.

Recall paling serius terjadi pada sekitar 3.493 unit Elantra model tahun 2015 dan 2016. Mobil tersebut diduga menggunakan inflator airbag produksi ARC Automotive yang memiliki potensi cacat manufaktur.

Dikutip dari Carscoops, laporan dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menyebut inflator airbag tersebut berpotensi menghasilkan tekanan internal berlebih saat mengembang. Kondisi ini dapat menyebabkan inflator pecah dan menyemburkan serpihan logam ke arah pengemudi, sehingga berisiko menimbulkan cedera serius hingga kematian.

Meski begitu, Hyundai mengaku belum menerima laporan adanya kasus inflator pecah pada kendaraan terdampak. Recall tetap dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan konsumen.

Chery Resmikan Dealer 3S Baru di Palembang, Perkuat Layanan di Sumatera Selatan dan Sekitarnya!

Selain masalah airbag, recall terbesar justru datang dari sistem Forward Collision Avoidance Assist (FCA). Sebanyak 421.078 kendaraan terdampak, termasuk Tucson, Tucson Hybrid, Tucson Plug-In Hybrid, serta Santa Cruz model tahun 2025 hingga 2026.

Masalah ini disebabkan software kamera depan yang terlalu sensitif membaca objek di depan kendaraan. Akibatnya, sistem pengereman otomatis dapat aktif secara tiba-tiba meskipun kondisi sebenarnya tidak memerlukan pengereman darurat.

Hyundai diketahui mulai menyelidiki masalah ini sejak awal tahun lalu. Pabrikan asal Korea Selatan tersebut menerima sekitar 376 laporan terkait sistem pengereman otomatis, termasuk empat insiden tabrakan dari belakang yang menyebabkan empat orang mengalami luka ringan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dealer akan melakukan pembaruan software kamera depan secara gratis kepada pemilik kendaraan terdampak.

Hyundai
Hyundai ioniq 5 N Dok. Motoresto.id

Sementara itu, recall ketiga melibatkan 172 unit kendaraan listrik Hyundai, yakni Ioniq 5 model tahun 2025 dan Ioniq 9 model tahun 2026.

Insentif EV Dinilai Jadi Harapan Baru Industri, Periklindo Minta Dukungan untuk Bus dan Truk Listrik

Permasalahan ditemukan pada baut dan mur suspensi belakang yang diduga tidak dikencangkan sesuai spesifikasi torsi pabrik. Dalam jangka panjang, getaran kendaraan dapat membuat komponen tersebut mengendur dan berpotensi memengaruhi pengendalian mobil.

Pabrikan asal Korea Selatan tersebut menyebut investigasi bermula dari laporan konsumen yang mendengar suara tidak normal dari bagian belakang Ioniq 5. Hingga saat ini, pabrikan hanya mengetahui dua kasus terkait masalah tersebut.

Dealer nantinya akan melakukan inspeksi, penggantian komponen bila diperlukan, serta spooring ulang pada kendaraan terdampak.

Program recall ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan kualitas dan keselamatan di industri otomotif modern, terutama ketika teknologi bantuan berkendara dan kendaraan listrik semakin berkembang pesat.

PLN Resmikan SPKLU ke 5.000 di Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *