Bisnis
Beranda » Honda Korea Catat Penjualan Anjlok, Resmi Hentikan Penjualan Mobil

Honda Korea Catat Penjualan Anjlok, Resmi Hentikan Penjualan Mobil

Honda
Logo Honda Hybrid Dok. Motoresto.id
Table of Contents

MOTORESTO.ID, KOREA — Honda Korea mengambil keputusan besar dengan menghentikan bisnis penjualan mobil di Korea Selatan setelah mencatat performa yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini menandai berakhirnya perjalanan lebih dari dua dekade Honda di pasar otomotif Negeri Ginseng.

Pada periode terbaru, penjualan Honda Korea tercatat hanya mencapai sekitar 84 unit per bulan. Bahkan secara tahunan, total penjualan tidak sampai 2.000 unit pada 2025. Angka ini dinilai terlalu kecil untuk mempertahankan operasi bisnis otomotif di salah satu pasar paling kompetitif di dunia.

Honda sendiri mulai beroperasi di Korea Selatan sejak 2004 dengan membawa model seperti Accord dan CR-V. Namun, dominasi merek lokal dan ketatnya persaingan membuat produk Honda sulit berkembang di pasar tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Honda menyebut keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan perubahan lingkungan pasar otomotif global serta kebutuhan untuk memusatkan sumber daya demi meningkatkan daya saing jangka panjang.

Meski menghentikan penjualan mobil, Honda Korea memastikan layanan purna jual tetap berjalan. Layanan seperti suku cadang, servis, dan garansi akan tetap tersedia bagi konsumen yang sudah memiliki kendaraan Honda.

Gandeng SMK Yuppentek 2, Astra Honda Bahas Teknologi Honda Vario 125 Street

Data industri menunjukkan bahwa Honda Korea kalah jauh dibanding kompetitor lain di pasar impor. Tesla misalnya mencatat lebih dari 11.000 unit, sementara BMW dan Mercedes juga mencatat ribuan unit dalam periode yang sama.

Keputusan ini juga menjadi cerminan tekanan yang dihadapi produsen global di pasar Asia Timur, di mana preferensi konsumen, regulasi, dan dominasi brand lokal menjadi tantangan besar.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sementara itu, di Indonesia, Honda justru masih menunjukkan performa yang lebih stabil meskipun mengalami penurunan penjualan dalam beberapa tahun terakhir. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penurunan signifikan dari 2023 hingga 2025, namun Honda tetap bertahan sebagai salah satu pemain besar di pasar nasional.

Secara umum, langkah Honda Korea menunjukkan pergeseran strategi global perusahaan dalam menghadapi pasar yang semakin ketat dan tidak lagi menguntungkan di beberapa wilayah tertentu.

Toyota Woven City Jepang Jadi Pusat Uji Mobilitas Masa Depan Berbasis AI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *