Mobil
Beranda » Ferrari 12Cilindri Manuale Pakai Pedal Kopling, Tapi Bukan Gearbox Manual, Kok Bisa?

Ferrari 12Cilindri Manuale Pakai Pedal Kopling, Tapi Bukan Gearbox Manual, Kok Bisa?

MOTORESTO.ID, JAKARTA – Ferrari kembali menghadirkan sensasi mobil manual lewat 12Cilindri Manuale. Mobil ini dibekali pedal kopling dan gated shifter layaknya Ferrari manual klasik. Namun, di balik tampilannya tersebut, 12Cilindri Manuale ternyata tidak menggunakan gearbox manual konvensional.

Keputusan tersebut diambil karena mayoritas pelanggan lebih memilih transmisi otomatis dual-clutch yang lebih cepat, efisien, sekaligus mampu mengakomodasi tenaga besar dari mesin-mesin modern Ferrari.

Akan tetapi, di balik tampilannya yang klasik, GT ini ternyata tidak menggunakan gearbox yang konvensional. Lalu bagaimana cara kerjanya?

Sensasi Mobil Manual

Manual Gated Shifter (Doc. Ferrari).

Meski seluruh proses melewati proses elektronik, Ferrari mengklaim pengalaman berkendaranya tetap menyerupai mobil manual sungguhan. Pengemudi masih harus menginjak kopling sebelum memindahkan gigi.

Meski demikian, pedal kopling maupun tuas transmisi tidak terhubung secara mekanis ke gearbox, melainkan hanya mengirimkan input elektronik.

Habiskan Waktu Akhir Pekan Bersama Keluarga, WMS Hadirkan PCX Bikers Playland

Bahkan, Ferrari sengaja memprogram sistem agar mobil dapat mengalami stall atau mesin mati apabila pengemudi melepas pedal kopling secara tidak tepat, layaknya mobil manual konvensional.

Resistensi pedal kopling, karakter perpindahan gigi, hingga rasa mekanis pada gated shifter juga telah dikalibrasi agar menghadirkan pengalaman yang sedekat mungkin dengan Ferrari manual generasi terdahulu.

Kenapa Bukan Gearbox Manual Sungguhan?

Tampilan Belakang (Doc. Ferrari).

Alasan Ferrari tidak menghadirkan gearbox manual seperti era terdahulu terletak pada perkembangan performa mobil modern.

Ferrari 12Cilindri hadir dengan mesin V12 naturally aspirated 6,5 liter. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 819 hp dengan torsi 678 Nm. Angka ini jauh lebih besar dari Ferrari bermesin manual beberapa dekade lalu.

Merancang gearbox yang mampu menahan tenaga sebesar itu bukan perkara mudah. Selain harus memiliki konstruksi yang lebih kuat, Ferrari juga perlu mempertimbangkan aspek keandalan, emisi, hingga performa yang menjadi ciri khas mobil-mobilnya.

Polisi Minta BPKB Saat Razia? Fakta Kasus RX-King Viral

Dengan sistem manual by-wire, Ferrari dapat mempertahankan performa transmisi dual-clutch yang cepat sekaligus menghadirkan pengalaman mengemudi yang lebih emosional.

Bukan Sekadar Nostalgia

Kehadiran Ferrari 12Cilindri Manuale menunjukkan bahwa Ferrari menghadirkan sensasi berkendara idaman para enthusiast, mulai dari menginjak kopling, memindahkan tuas transmisi, hingga merasakan kepuasan saat melakukan perpindahan gigi.

Meski demikian, konsep ini juga memunculkan perdebatan. Sebagian penggemar menilai sistem tersebut bukanlah transmisi manual “sejati” karena tidak memiliki hubungan mekanis langsung dengan gearbox.

Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa sensasi mengemudi lebih penting dibanding cara kerja mekanismenya.

Terlepas dari perdebatan tersebut, Ferrari tampaknya ingin menunjukkan bahwa pengalaman berkendara tidak selalu harus bergantung pada teknologi lama.

Ini Keunggulan Sistem Penggerak FWD pada Mobil Keluarga, Tak Perlu Takut Tanjakan

Melalui 12Cilindri Manuale, Ferrari menunjukkan bahwa pengalaman mengemudi tidak selalu bergantung pada hubungan mekanis antara tuas transmisi dan gearbox.

Pabrikan asal Italia tersebut mencoba menjembatani karakter klasik mobil sport dengan teknologi modern tanpa menghilangkan sensasi yang menjadi idaman para penggemarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *