Mobil
Beranda » Daihatsu: Lihat Peran Pembeli Kedua Semakin Besar

Daihatsu: Lihat Peran Pembeli Kedua Semakin Besar

Daihatsu
Daihatsu Dok. Motoresto.id

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Pasar otomotif Indonesia mengalami perubahan pola pembelian konsumen. Jika sebelumnya pembeli mobil pertama atau first car buyer menjadi penggerak utama, kini segmen pembeli kendaraan kedua atau second buyer mulai memberikan kontribusi yang semakin besar, terutama pada kelas medium hingga premium.

Marketing Director & Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani, melihat pertumbuhan pasar saat ini lebih banyak terjadi pada segmen kendaraan menengah hingga atas. Menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan besar didorong oleh konsumen yang sudah memiliki kendaraan sebelumnya.

“Kalau melihat segmen per segmen, pertumbuhan saat ini lebih banyak terjadi di kelas medium high hingga premium. Kemungkinan besar kontribusinya datang dari second buyer,” ujar Sri Agung Handayani.

First Car Buyer Masih Dominasi Penjualan Daihatsu

Meski tren pembeli kedua terus meningkat, mereka masih melihat pembeli mobil pertama sebagai fondasi utama penjualannya. Agung menyebut sekitar 60-65 persen konsumen Daihatsu saat ini masih berasal dari kelompok first car buyer.

Sementara itu, sekitar 35 persen lainnya merupakan konsumen second buyer yang membeli kendaraan tambahan maupun melakukan penggantian mobil lama atau replacement.

Nissan Evalia Bangkit Lagi, Kini Pake Mesin Hybrid

“Second buyer ini bisa berasal dari tambahan kendaraan maupun replacement atau repeat order. Kalau di Daihatsu sendiri, sekitar 60-65 persen konsumen masih merupakan first car buyer, sementara sisanya merupakan second buyer,” jelas Agung.

Menurutnya, keberadaan second buyer menunjukkan adanya tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk. Konsumen yang sebelumnya sudah menggunakan kendaraan Daihatsu memiliki peluang lebih besar untuk kembali memilih merek yang sama ketika melakukan pergantian kendaraan.

Jaga Rantai Pasok Melalui Produksi Domestik dan Ekspor

Daihatsu
Dok. Motoresto.id

Selain melihat perkembangan pasar kendaraan, pabrikan juga terus menjaga keberlangsungan industri otomotif melalui rantai pasok yang luas.

Sri Agung menjelaskan bahwa PT Astra Daihatsu Motor memiliki tanggung jawab terhadap sekitar 1.700 rantai pemasok, dengan sekitar 700 di antaranya berasal dari sektor usaha kecil dan menengah (UKM), termasuk pemasok tier dua, tier tiga, serta pendukung tier tiga.

“Kami memiliki tanggung jawab terhadap sekitar 1.700 rantai pemasok. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 di antaranya merupakan UKM, baik tier dua, tier tiga, maupun pendukung tier tiga.”

Untuk menjaga ekosistem tersebut, Daihatsu terus melakukan komunikasi dengan asosiasi supplier guna melihat kondisi industri dan memastikan rantai pasok tetap berjalan secara optimal.

ATLAS Indonesia Perkuat Kolaborasi Bisnis Lewat Padel Tournament Vol. 3

“Saat ini kami terus berdiskusi secara intensif dengan asosiasi supplier Daihatsu untuk melihat kondisi industri dan menjaga keberlangsungan rantai pasok.”

Produksi Tumbuh 11 Persen Hingga Mei 2026

Daihatsu juga mencatatkan pertumbuhan produksi sepanjang periode berjalan 2026. Menurut Agung, strategi Daihatsu bertumpu pada dua pilar utama, yaitu pasar domestik dan ekspor.

Hingga periode year to date (YTD) Mei 2026, total produksi Daihatsu hampir mencapai 169 ribu unit. Angka tersebut meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 152 ribu unit.

“Kami memiliki dua pilar, yaitu pasar domestik dan ekspor. Hingga periode year to date Mei 2026, total produksi kami hampir mencapai 169 ribu unit, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan tahun lalu.”

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan produksi domestik sebesar 3,6 persen dan kenaikan ekspor hampir 30 persen.

Saat Dealer Lain Tutup, Mitsubishi Buka Dealer di Tengah Jakarta

“Produksi domestik tumbuh sekitar 3,6 persen, sementara ekspor meningkat hampir 30 persen. Kami terus mencari peluang baik di pasar domestik maupun ekspor agar rantai pasok tetap berjalan efektif dan produktif.”

Dengan kombinasi pasar domestik, ekspor, serta penguatan ekosistem pemasok, Daihatsu optimistis dapat menjaga stabilitas bisnis otomotif di tengah perubahan karakter konsumen Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *