Beranda » BMW Pangkas 1.800 Pekerja di China, Ini Penyebabnya

BMW Pangkas 1.800 Pekerja di China, Ini Penyebabnya

MOTORESTO.ID, JAKARTA — BMW dikabarkan mulai memangkas sekitar 1.800 karyawan di China. Pengurangan tenaga kerja ini terjadi di tengah tekanan penjualan dan kinerja keuangan pabrikan asal Jerman tersebut di salah satu pasar otomotif terbesarnya.

Dikutip dari CarNewsChina, 3 November 2026, pengurangan karyawan dilakukan di BMW Brilliance Automotive (BBA), perusahaan patungan BMW Group dan Brilliance Group di China. Jumlah pekerja yang terdampak diperkirakan mencapai 10% dari total tenaga kerja perusahaan.

Laporan tersebut menyebutkan, PHK mulai dilakukan pada 2 November 2026 dan menyasar karyawan bagian produksi maupun administrasi. Namun, mayoritas pekerja yang terdampak berasal dari lini produksi di kantor pusat BBA di Shenyang, Provinsi Liaoning.

BMW Brilliance disebut menawarkan paket pesangon dengan skema N+5. Komponen N dihitung berdasarkan gaji bulanan sebelum pajak, sedangkan tambahan lima bulan menggunakan gaji pokok tanpa memasukkan bonus kinerja.

Meski demikian, BMW belum memberikan pernyataan resmi mengenai pengurangan karyawan di China tersebut.

Suzuki Fronx Terbaru Tertangkap Tes Jalan, Siap Meluncur 2027

Penjualan BMW di China Tertekan

BMW
Dok. BMW

Langkah pengurangan tenaga kerja ini terjadi ketika kinerja BMW di China belum menunjukkan perbaikan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, pengiriman BMW dan Mini di negara tersebut turun 21,8% menjadi sekitar 376.000 unit.

Secara global, BMW Group juga mencatat penurunan pengiriman kendaraan sebesar 4,9% menjadi sekitar 1,71 juta unit pada periode yang sama.

Tekanan tersebut turut tercermin dalam laporan keuangan perusahaan. Pada semester pertama 2026, laba sebelum pajak BMW Group turun 29,4% menjadi 4,045 miliar euro dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, margin EBIT segmen otomotif pada semester pertama 2026 tercatat sebesar 3,6%, turun dari 6,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BMW Juga Pangkas Ribuan Pekerja di Jerman

Sebelumnya, BMW telah mengumumkan program pengurangan tenaga kerja di Jerman. Reuters melaporkan pada 29 Juli 2026 bahwa perusahaan berencana memangkas beberapa ribu posisi melalui program pengunduran diri sukarela hingga akhir 2027.

Hongqi E-HS9 Andalkan Baja 1.800 MPa dan Baterai 120 kWh, Raih 5 Bintang Euro NCAP

Jumlah pengurangan diperkirakan mencapai sekitar 8.000 pekerja secara global, berdasarkan sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Berbeda dengan laporan PHK di China yang banyak menyasar pekerja produksi, program di Jerman lebih berfokus pada bagian administrasi dan pengembangan. BMW menyepakati program tersebut bersama perwakilan pekerja.

BMW Brilliance Jadi Basis Produksi Terbesar

Sebagai informasi, BMW Brilliance Automotive merupakan perusahaan patungan BMW Group dan Brilliance Group yang berdiri pada Mei 2003. Saat ini, BMW menguasai 75% saham BBA, sedangkan Brilliance memiliki 25%.

Berpusat di Shenyang, BBA menjadi salah satu basis produksi strategis BMW Group. Sejumlah model yang diproduksi di sana meliputi BMW Seri 3, Seri 5 versi wheelbase panjang, X1, X3, X5, hingga mobil listrik i5.

Di tengah tekanan pasar, BMW juga terus menyiapkan fasilitas produksinya untuk mendukung generasi kendaraan terbaru Neue Klasse, termasuk BMW iX3 dan i3.

BYD Atto 1 Patah As Roda, Begini Kronologinya

Situasi ini memperlihatkan tantangan yang dihadapi BMW di China, mulai dari penurunan penjualan hingga kebutuhan efisiensi operasional di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *