MOTORESTO.ID, JAKARTA — Kasus Hyundai Kona EV yang terbakar terjadi di Jalan Mayjen Sungkono Blok B/4, Desa Gulomantung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Rabu (22/4/2026). Insiden ini menjadi perhatian publik setelah mobil listrik Hyundai tersebut hangus menyisakan kerangka dan diduga dipicu oleh overheat pada sistem baterai kendaraan.
Peristiwa itu dilaporkan sekitar pukul 11.20 WIB. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik langsung bergerak ke lokasi lima menit setelah laporan masuk dan tiba pada pukul 11.37 WIB untuk melakukan proses pemadaman.
Menurut pengakuan pemilik kendaraan, kejadian bermula saat muncul indikator baterai lemah atau low battery pada panel instrumen. Tidak lama kemudian, indikator overheat juga menyala sebelum akhirnya muncul asap dan api dari kendaraan.
Mobil listrik Hyundai Kona Electric tersebut kemudian terbakar hebat hingga hampir seluruh bodi kendaraan hangus.
HMID Buka Suara

Menanggapi insiden Kona EV yang terbakar, pihak PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) akhirnya memberikan pernyataan resmi. Hyundai menyatakan turut prihatin atas kejadian yang menimpa konsumennya dan saat ini sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Chief Operating Officer (COO) HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan keselamatan konsumen menjadi prioritas utama perusahaan.
“Pertama-tama kami turut prihatin kepada konsumen kami yang terdampak. Prioritas kami saat ini adalah berkoordinasi dengan pihak dealer untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan konsumen terkait,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Hyundai tengah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap unit kendaraan tersebut.
“Kami juga sedang melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian ini. Kami berkomitmen penuh untuk mendampingi konsumen terdampak dan akan terus memberikan informasi perkembangan secara berkala,” lanjutnya.
Investigasi Masih Berjalan
Hingga saat ini, penyebab pasti Kona EV terbakar masih dalam proses investigasi. Dugaan awal mengarah pada panas berlebih pada sistem baterai, namun pihak Hyundai belum memberikan kesimpulan final.
Kasus ini kembali menjadi sorotan terkait keamanan kendaraan listrik, khususnya pada sistem baterai sebagai komponen utama kendaraan berbasis listrik.
Bukan Kasus Pertama Mobil Listrik Hyundai Terbakar
Kasus Kona EV yang terbakar ini bukan yang pertama bagi Hyundai. Sebelumnya, Hyundai Ioniq 5 N juga sempat menjadi sorotan setelah terbakar di sebuah bengkel di Kota Medan pada 7 Januari 2026.
Mobil yang diduga milik perusahaan milik Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution itu terbakar saat sedang terparkir dan tidak dalam kondisi pengisian daya.
Api yang diduga berasal dari baterai disebut cukup sulit dipadamkan, meski akhirnya berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit oleh petugas pemadam kebakaran.
Fenomena ini menambah perhatian publik terhadap keamanan baterai mobil listrik, terutama terkait potensi overcharging, kerusakan baterai, hingga suhu lingkungan ekstrem yang bisa memicu thermal runaway.

Komentar