MOTORESTO.ID, JAKARTA — Keputusan Presiden Prabowo Subianto menggunakan Maung sebagai kendaraan dinas menjadi perhatian publik. Pasalnya, pemimpin negara umumnya menggunakan sedan atau SUV premium buatan Eropa seperti BMW maupun Mercedes-Benz.
Namun bagi Prabowo, keputusan tersebut bukan semata soal kenyamanan atau kemewahan. Ia ingin memberikan contoh penggunaan produk dalam negeri dan mendukung industri otomotif nasional yang tengah berkembang.
Saat menghadiri pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Prabowo mengakui bahwa kualitas Maung saat ini belum dapat dibandingkan dengan mobil premium Eropa yang telah dikembangkan selama puluhan tahun.

“Namanya sesuatu yang baru, mungkin tidak sebagus saya pakai BMW atau Mercedes. Saya sudah tidak bisa lagi, saya pakai Maung,” ujar Prabowo.
Dukungan untuk Industri Otomotif Nasional
Menurut Prabowo, Indonesia perlu memiliki kendaraan produksi nasional yang dapat dibanggakan. Setelah lebih dari delapan dekade merdeka, ia menilai sudah saatnya produk otomotif buatan dalam negeri mendapat dukungan langsung dari pemerintah.
Presiden menegaskan dirinya ingin menjadi contoh dalam penggunaan produk nasional. Karena itu, ia memilih tetap menggunakan Maung meskipun tersedia berbagai pilihan kendaraan premium dari merek global.
“Saya harus kasih contoh, saya harus pakai mobil buatan anak Indonesia,” kata Prabowo.
Maung sendiri merupakan kendaraan taktis ringan yang dikembangkan oleh PT Pindad. Awalnya kendaraan ini dirancang untuk kebutuhan militer dan operasional khusus, namun kemudian dikembangkan dalam beberapa varian.
Prabowo Akui Maung Masih Punya Kekurangan
Menariknya, Prabowo juga secara terbuka mengungkap sejumlah pengalaman selama menggunakan Maung. Ia mengaku pernah menemukan atap kendaraan yang bocor saat hujan deras.
Selain itu, suara bising juga masih muncul ketika kendaraan digunakan di medan tanjakan atau jalan pegunungan.
“Tahu-tahu tek tek tek, saya bangun, rupanya bocor. Saya bilang, tolonglah bocornya dikurangi.”
Meski demikian, Prabowo menilai kondisi tersebut masih wajar mengingat Maung merupakan produk yang relatif baru dibandingkan kendaraan premium Eropa yang telah melalui proses pengembangan selama puluhan tahun.

Komentar