MOTORESTO.ID, JAKARTA — Tantangan logistik darat Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama dalam meningkatkan efisiensi distribusi. Meski teknologi kendaraan terus berkembang, faktor sumber daya manusia (SDM) justru dinilai menjadi penentu utama di lapangan.
Hal ini mengemuka dalam talkshow Mitsubishi Fuso di ajang GIICOMVEC 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Para pembicara sepakat bahwa peran driver tidak bisa tergantikan, bahkan di tengah modernisasi sektor logistik.
PLT Asisten Pengembangan Logistik Kemenko Perekonomian RI, Ekko Harjanto, menyoroti masih tingginya human error dalam operasional distribusi. Menurutnya, kesalahan dari sisi pengemudi masih menjadi salah satu penyebab utama keterlambatan pengiriman.
“Keterlambatan pengiriman saat ini masih banyak disebabkan oleh human error, khususnya dari sisi driver,” ujar Ekko.
Ia menegaskan, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, peran manusia tetap krusial.
“Peran SDM di sektor logistik sangat krusial karena berkaitan dengan ketepatan waktu dan minimisasi human error. Sehebat apa pun teknologi atau kendaraan yang digunakan, tetap manusia yang mengoperasikannya,” lanjutnya.

Peran SDM dalam Tantangan Logistik Darat Indonesia
Dari sisi pelaku usaha, CEO PT Tako Anugrah Koporasi, Melky Tako, menilai bahwa tantangan logistik darat Indonesia tidak semata berasal dari kondisi lapangan. Ia justru menekankan pentingnya pembinaan SDM secara berkelanjutan.
Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga kerja harus dilakukan secara konsisten agar performa operasional tetap terjaga. Selain itu, industri juga masih menghadapi kesulitan dalam mendapatkan driver berkualitas.
“Tantangannya adalah bagaimana mengedukasi bahwa profesi driver adalah pekerjaan yang setara dan memiliki nilai yang sama dengan profesi lainnya,” kata Melky.
Ia juga menegaskan bahwa driver merupakan aset utama dalam operasional logistik. Tanpa pengemudi, kendaraan tidak memiliki nilai guna dalam distribusi.
“Driver adalah aset perusahaan. Dengan pelatihan dan sertifikasi yang tepat, mereka dapat meningkatkan kualitas operasional secara signifikan,” tambahnya.
Dukungan terhadap peningkatan kualitas SDM juga datang dari Mitsubishi Fuso. Aji Jaya, Sales & Director PT Krama Tiga Berlian Motor menegaskan pentingnya pelatihan bagi pengemudi untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan berkendara.
“Kami menyediakan pelatihan bagi driver untuk meningkatkan kemampuan berkendara yang aman dan efisien bahan bakar,” ujarnya.
Dalam konteks tantangan logistik darat Indonesia, strategi retensi juga menjadi faktor penting. Perusahaan dituntut tidak hanya memberikan kesejahteraan yang layak, tetapi juga membangun komunikasi yang intens serta hubungan emosional dengan para driver.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan loyalitas sekaligus produktivitas tenaga kerja di sektor logistik.

Komentar