Bisnis
Beranda » Toyota TMMIN Perluas Program SMK Binaan ke Bali, Donasikan Mesin untuk Praktik Siswa

Toyota TMMIN Perluas Program SMK Binaan ke Bali, Donasikan Mesin untuk Praktik Siswa

Dok. TMMIN

MOTORESTO.ID, JAKARTA — PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan vokasi. Pada 2026, perusahaan memperluas program Vocational School Development ke Provinsi Bali dengan menyerahkan alat peraga mesin kendaraan kepada dua sekolah menengah kejuruan (SMK).

Program ini menjadi langkah awal TMMIN menghadirkan pembelajaran berstandar industri di Bali sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri otomotif.

Dua SMK di Denpasar Terima Donasi Mesin Toyota

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, bersama Wakil Presiden Direktur, I Nyoman Winaya Adnyana, menyerahkan satu unit mesin Toyota tipe 2TR (bensin) kepada SMKN 1 Denpasar dan satu unit mesin Toyota tipe 2GD (diesel) kepada SMK Rekayasa Denpasar.

Kedua mesin tersebut akan dimanfaatkan sebagai media praktik bagi siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO). Kehadiran alat peraga ini diharapkan membantu siswa memahami teknologi kendaraan modern sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi kebutuhan industri otomotif yang terus berkembang.

Program Kini Menjangkau 34 SMK di Indonesia

Program Vocational School Development telah dijalankan TMMIN sejak 2017. Sebelum memasuki Bali, program ini telah menjangkau berbagai SMK di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

BYD Buka 9.000 Lowongan Kerja, Gaji Mulai Rp13 Jutaan per Bulan

Pada 2026, TMMIN menambah empat sekolah binaan baru di Bali dan Lombok sehingga total sekolah binaan secara nasional mencapai 34 SMK. Kehadiran SMKN 1 Denpasar dan SMK Rekayasa Denpasar juga menjadi tonggak pertama program ini di Provinsi Bali.

Tak Hanya Donasi Mesin, Guru Juga Dibekali Standar Industri

Selain memberikan fasilitas pembelajaran, TMMIN turut meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan basic skill industri serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.

Pendekatan tersebut bertujuan menanamkan budaya kerja industri sejak di bangku sekolah, mulai dari disiplin, keselamatan kerja, kualitas, hingga semangat continuous improvement. Dengan demikian, lulusan SMK diharapkan tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki karakter profesional yang dibutuhkan perusahaan.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, mengatakan:

“Investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia. Karena itu, kami memandang sekolah vokasi sebagai ruang untuk menumbuhkan kompetensi sekaligus karakter calon talenta industri. Melalui dukungan fasilitas pembelajaran dan kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak lulusan SMK yang siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri nasional.”

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana, menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri.

Yamaha XMAX Old, Masih Worth It Dipinang di 2026?

“Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi kunci dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan. Ketika sekolah memiliki akses terhadap pembelajaran berstandar industri, guru terus mengembangkan kompetensinya, dan siswa memperoleh pengalaman praktik yang relevan, maka akan lahir talenta-talenta yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.”

Melalui perluasan program ini, TMMIN berharap dapat mendukung upaya revitalisasi pendidikan vokasi nasional sekaligus membantu mencetak tenaga kerja yang siap menghadapi perkembangan teknologi otomotif di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *