MOTORESTO.ID,DEPOK- – Kenaikan harga BBM dan pelumas beberapa waktu terakhir tampaknya perlu disikapi secara hati hati. Karena hal itu menyangkut biaya perawatan kendaraan untuk jangka panjang. Kenaikan harga yang terjadi akibat kondisi eksternal geopolitik yang membuat kesimbangan deman dan suplai terganggu.
“Kami masih terus memonitor bagaimana kondisi suplai ke depannya,” kata Sri Agung Handayani, Marketing Director and Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Minggu (21/6). Menurutnya, masalah pelumas bukan hanya untuk mesin kendaraan tapi juga transmisi, gardan dan alat penggerak lainnya.
Begitu juga dengan dampak kenaikan harga BBM Pertamax dan non subsidi, bagi Daihatsu hal itu tidak terlalu mengganggu karena sebagian besar kendaraan Daihatsu masih menggunakan BBM yang banyak di gunakan masyarakat.
Sri Agung juga menambahkan, tren penjualan kendaraan di awal hingga pertengahan tahun ini apa bila melihat pertumbuhan persegmen terjadi pertumbuhan di kelas medium hingga premium. “Kemungkinan besar kontribusinya datang dari second buyer,” katanya.
Para pembeli kendaraan kedua atau second buyer umumnya melakukan penggantian atau menambah kendaraannya. “Kalau di Daihatsu sendiri, sekitar 60-65 persen konsumen masih merupakan first car buyer, sementara sisanya merupakan second buyer,” katanya.
Namun, pihaknya berharap perlunya upaya menjaga ekosistem industri otomotif agar terus tumbuh.
Daihatsu, memiliki tanggung jawab terhadap sekitar 1.700 rantai pemasok. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 di antaranya merupakan UKM, baik tier dua, tier tiga, maupun pendukung tier tiga.
“Saat ini kami terus berdiskusi secara intensif dengan asosiasi supplier Daihatsu untuk melihat kondisi industri dan menjaga keberlangsungan rantai pasok,” katanya.
Daihatsu memiliki dua pilar, yaitu pasar domestik dan ekspor. Hingga periode year to date Mei 2026, total produksi hampir mencapai 169 ribu unit, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan tahun lalu yang berada di angka 152 ribu unit.
“Produksi domestik tumbuh sekitar 3,6 persen, sementara ekspor meningkat hampir 30 persen. Kami terus mencari peluang baik di pasar domestik maupun ekspor agar rantai pasok tetap berjalan efektif dan produktif,” katanya.

Komentar