Motor
Beranda » Polytron Ungkap Alasan Memilih LFP untuk Sistem Baterai EV Mereka

Polytron Ungkap Alasan Memilih LFP untuk Sistem Baterai EV Mereka

Dok. Motoresto.id
Dok. motoresto.id/

motoresto.id/, KUDUS — Polytron, pabrikan teknologi asal Kudus yang sudah lama melekat di benak publik melalui produk elektronik rumah tangga, kini semakin agresif merambah industri kendaraan listrik. Setelah meluncurkan FOX-R, Polytron menghadirkan Fox-350 sebagai model EV terbaru yang tidak hanya menyoroti performa, tetapi juga menghadirkan standar keselamatan baterai tingkat otomotif.

Dalam dunia kendaraan listrik, baterai menjadi inti keseluruhan sistem. Karena itu Polytron menekankan bahwa pemilihan teknologi bukan sekadar mengejar daya dan jarak tempuh, tetapi fokus pada mitigasi risiko. Standar keselamatan yang diterapkan Fox-350 mengikuti regulasi otomotif internasional: mulai UN 38.3, QC/T 743, SNI 8872:2019 / UN R138 hingga ISO 26262. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan EV Polytron tidak dikerjakan dengan pendekatan elektronik murni, melainkan melalui standar industri kendaraan.

Keputusan teknis paling signifikan adalah penggunaan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate). Di tengah banyaknya produsen EV yang mengadopsi NMC, LCO, dan NCA demi densitas energi tinggi, Polytron memilih LFP karena jauh lebih stabil, tidak menghasilkan oksigen internal saat terjadi kebakaran, dan tidak memicu eskalasi panas.

“Aman saat charging, aman saat berkendara, aman saat parkir,” ujar Josaphat Bagus Purnama, Head of DQA Electric Vehicle RND Polytron.

Dok. Motoresto.id
Dok. motoresto.id/

Polytron juga membedah penyebab umum insiden EV, yaitu kerusakan separator pada sel yang dapat memicu short circuit dan berujung thermal runaway. Untuk itu, baterai Fox-350 tidak menggunakan cover plastik tipis, melainkan konstruksi berproteksi tabrakan, disipasi panas, serta ketahanan air yang teruji.

Suzuki DR-Z4SM Tampil di IIMS 2026, Siap Goda Pasar Indonesia

Faktor edukasi juga menjadi sorotan utama. Polytron menegaskan perbedaan antara Rated Power dan Peak Power dua data yang sering membingungkan publik. Jika sebagian produsen menonjolkan Peak Power semata sebagai nilai jual, Polytron menunjukkan angka Power Max berbasis Rated Power demi transparansi dan konsumen bisa membandingkan secara realistis.

Baterai Polytron Fox-R Dok. Motoresto.id
Baterai Polytron Fox-R Dok. motoresto.id/

Hariono menekankan, “Konsumsi energi dipengaruhi kecepatan dan berat penumpang. Semakin tinggi rata-rata kecepatan, semakin boros.”

Tidak berhenti di sana, Polytron turut memaparkan komparasi head-to-head Fox-350 dengan kompetitor sekelas. Meski menawarkan performa lebih tinggi di sisi top speed dan nilai proteksi baterai, Fox-350 justru tampil lebih murah, bahkan dilengkapi garansi baterai seumur hidup langkah yang jarang ditemui di segmen EV saat ini.

Selain teknologi baterai, Polytron juga menguraikan perbedaan reaksi kebakaran pada baterai lithium. NMC berpotensi melepaskan oksigen internal, mempercepat penyebaran api, sedangkan LFP jauh lebih lambat berkembang dan mudah dikendalikan. Bahkan jenis APAR yang tepat pun dijelaskan. AF31 direkomendasikan untuk kebakaran baterai lithium, sementara foam dan powder tidak ideal dalam menghentikan thermal runaway.

Aplikasi Wanda Permudah Layanan Servis Sepeda Motor Honda Anda

Artikel Terkait