Review Mobil
Beranda » Hampir Seminggu Pakai BAIC T1, Seberapa Nyaman untuk Mobilitas Harian?

Hampir Seminggu Pakai BAIC T1, Seberapa Nyaman untuk Mobilitas Harian?

MOTORESTO.ID, JAKARTA – Setelah sebelumnya membawa BAIC T1 ke Bandung, tim Motoresto kembali mendapatkan kesempatan menjajal mobil listrik tersebut selama hampir satu minggu.

Selama periode tersebut, BAIC T1 menemani mobilitas kami di sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, hingga Tangerang Selatan. Dalam sehari, jarak tempuh yang kami lalui pun berkisar antara 30 hingga 40 kilometer.

Lalu, setelah hampir seminggu menggunakannya sebagai kendaraan harian, seperti apa pengalaman menggunakan BAIC T1?

Dimensinya Pas untuk Mobilitas Perkotaan

Salah satu hal yang paling kami sukai dari BAIC T1 yaitu dimensinya yang tidak terlalu besar. BAIC T1 memiliki panjang 4.337 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.573 mm dengan wheelbase 2.750 mm.

Ukuran tersebut membuat mobil listrik ini terasa cukup mudah menavigasi lalu lintas perkotaan yang beragam. Hal tersebut kami rasakan ketika kami berpindah dari Jakarta Selatan menuju Jakarta Pusat hingga Tangerang Selatan.

Mobil Kena Abu Vulkanik? Jangan Langsung Dilap, Ini Cara Membersihkannya

Dimensinya tidak merepotkan ketika harus melewati jalan perkotaan atau mencari ruang parkir. Di sisi lain, BAIC T1 tetap menawarkan kabin yang lega untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Fitur Parkir Otomatis Benar-Benar Terpakai

Salah satu fitur yang cukup sering kami gunakan pada BAIC T1 adalah Automatic Parking Assist. Bukan sekadar sekali dua kali coba, fitur tersebut justru cukup membantu ketika harus masuk ke area parkir.

Berdasarkan pengalaman kami, sistem tersebut cukup akurat dalam membaca area dan garis parkir. Namun, pengemudi juga harus tetap fokus dan memperhatikan proses parkir otomatisnya.

Hal ini tentu membuat proses parkir terasa lebih praktis, terutama ketika berada di area parkir yang cukup padat seperti di mall.

Meski hadir dengan Automatic Parking Assist System sebagai salah satu fitur unggulannya untuk pasar Indonesia, mobil ini masih mudah dikendalikan ketika parkir secara manual.

Sudah Lunas, Kok Mobil Wuling Belum Dikirim? Begini Kronologinya

Kamera 360 derajat pun memberikan visibilitas yang membantu pengemudi melihat kondisi di sekitar kendaraan. Dengan dimensinya yang tidak teralu besar, melakukan manuver hingga parkir manual pun merupakan hal yang mudah.

Apple CarPlay dan Panoramic Sunroof

Tampilan Interior Pengemudi BAIC T1 (Doc. Motoresto).

Untuk mobilitas, konektivitas menjadi salah satu fitur yang sering kami gunakan. BAIC T1 hadir dengan Apple CarPlay dan EasyConnection. Selama hampir seminggu, Apple CarPlay membantu kami untuk kebutuhan navigasi hingga hiburan.

Selain itu, panoramic roof juga menjadi salah satu fitur favorit kami. BAIC T1 memiliki panoramic roof dengan luas 2,34 meter persegi, yang membuat suasana kabin terasa lebih terbuka dan lega.

Menariknya, sejumlah fungsi kendaraan dapat diakses melalui voice command. Salah satu yang paling sering kami gunakan adalah untuk membuka sunshade dan menikmati panoramic roof dengan lebih praktis.

Mungkin terdengar sebagai fitur sederhana, tetapi dalam penggunaan sehari-hari, hal-hal seperti ini justru membuat pengalaman berada di dalam kabin terasa lebih interaktif.

Kepolisian Italia Gunakan Lamborghini, Tapi Bukan Untuk Patroli Jalan Raya

Nyaman untuk Pemakaian Sehari-hari

Setirnya terasa ringan dan responsif sehingga cukup mudah dikendalikan ketika menghadapi lalu lintas perkotaan. Karakter tersebut membuatnya nyaman untuk bermanuver dan berpindah jalur.

Dari sisi performa, mobil ini menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor dengan tenaga puncak 70 kW dengan torsi 176 Nm. Mobil ini juga memiliki pilihan mode berkendara Eco, Eco+, Sport, Comfort, dan Personalized.

Respons akselerasinya terasa sigap ketika membutuhkan tenaga tambahan. Untuk kebutuhan menyalip, performanya tergolong responsif.

Baterainya Cukup untuk Rutinitas Harian

Di sisi lain, mobil ini menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 42,3 kWh. BAIC mengklaim jarak tempuh hingga 425 km berdasarkan standar CLTC dan minimal 310 km berdasarkan WLTC.

Dengan pola penggunaan berkisar antara 30 hingga 40 kilometer per hari, kapasitas baterai tersebut terasa cukup untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Selama hampir seminggu penggunaan, kami melakukan pengisian daya sebanyak dua kali. Pengisian pertama dilakukan hingga sekitar 80 persen, sementara pengisian berikutnya mencapai sekitar 90 persen.

Dengan kapasitas baterai dan jarak tempuh yang ditawarkan, BAIC T1 terasa cukup untuk menemani aktivitas sehari-hari. Bahkan, dengan perencanaan pengisian daya yang tepat, mobil ini tetap bisa sesekali diajak melakukan perjalanan ke luar kota.

Untuk pengisian daya, BAIC T1 dapat melakukan DC fast charging dari 30 hingga 80 persen dalam waktu maksimal 25 menit pada kondisi pengujian yang tercantum di spesifikasi resminya.

Cocok untuk Mobilitas Harian?

Selama hampir satu minggu, BAIC T1 memberikan pengalaman yang cukup menyenangkan. Dimensinya yang tidak teralu besar memudahkan manuver, sementara Automatic Parking Assist, kamera 360 derajat, Apple CarPlay, panoramic roof, hingga voice command menjadi beberapa fitur yang sangat terpakai.

Tak hanya itu, performanya responsif, ditambah baterai 42,3 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 425 km CLTC atau minimal 310 km WLTC. Menariknya, desain BAIC T1 juga sempat membuat orang penasaran hingga bertanya, “ini mobil apa?”

Pada akhirnya, pengalaman hampir seminggu bersama BAIC T1 menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak hanya soal kapasitas baterai atau jarak tempuh, tetapi juga bagaimana sebuah mobil mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam rutinitas sehari-hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *