Review Mobil
Beranda » Menjajal Leapmotor B10, SUV Listrik RWD yang Nyaman di Comfort dan Galak di Sport

Menjajal Leapmotor B10, SUV Listrik RWD yang Nyaman di Comfort dan Galak di Sport

Leapmotor B10. Dok. Motoresto.id

MOTORESTO.ID JAKARTA – Leapmotor B10 hadir sebagai SUV listrik kompak yang tidak hanya menawarkan teknologi dan performa, tetapi juga karakter berkendara yang cukup menarik. Mengusung konfigurasi rear-wheel drive (RWD), mobil listrik ini memberikan sensasi berkendara yang berbeda dibandingkan SUV listrik berpenggerak roda depan.

Di balik kemudi, karakter Leapmotor B10 terasa cukup nyaman untuk digunakan sebagai kendaraan harian. Suspensinya mampu meredam permukaan jalan dengan baik, sehingga perjalanan terasa relatif nyaman, baik ketika melintasi jalan perkotaan maupun permukaan jalan yang kurang ideal.

Kenyamanan tersebut juga terasa ketika B10 digunakan dalam mode Comfort. Respons tenaga terasa lebih halus dan mudah dikontrol, membuat karakter mobil cukup bersahabat untuk penggunaan sehari-hari.

Namun, karakter B10 berubah cukup signifikan ketika mode berkendara dipindahkan ke Sport.

Dengan motor listrik yang menghasilkan tenaga hingga 215 PS atau sekitar 160 kW dan torsi puncak 240 Nm, respons akselerator menjadi jauh lebih agresif. Dorongan tenaga terasa spontan khas mobil listrik, terutama ketika pengemudi mulai menginjak pedal akselerator lebih dalam.

Toyota bZ4X Touring Perkuat Strategi Multi-pathway untuk Beragam Kebutuhan Mobilitas 

Pada mode Sport, Leapmotor B10 terasa jauh lebih galak dibandingkan karakter Comfort. Karena itu, pengemudi perlu lebih berhati-hati dalam mengatur injakan pedal gas, terutama ketika berada di lalu lintas perkotaan.

RWD Berikan Karakter Berbeda

Salah satu hal yang menarik dari Leapmotor B10 adalah penggunaan sistem penggerak roda belakang atau RWD.

Konfigurasi tersebut membuat distribusi tenaga terasa berbeda ketika mobil mulai berakselerasi. Respons mobil terasa lebih natural dan memberikan sensasi berkendara yang cukup menyenangkan bagi pengemudi yang menyukai karakter SUV dengan penggerak roda belakang.

B10 sendiri menggunakan platform LEAP 3.5 yang mengadopsi teknologi Cell-to-Chassis (C2C). Dengan panjang 4.515 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.655 mm, serta wheelbase 2.735 mm, dimensinya masih tergolong proporsional untuk digunakan di area perkotaan.

Mitsubishi Siapkan Dua Mini Pajero, Jadi Rival Suzuki Jimny?

Ground clearance 170 mm juga membuat B10 cukup fleksibel menghadapi kondisi jalan sehari-hari.

Bukan Sekadar Mengejar Performa

Meski memiliki tenaga yang cukup besar, Leapmotor B10 tidak terasa hanya mengejar performa. Justru kombinasi antara suspensi yang nyaman, karakter Comfort yang halus, serta respons Sport yang agresif membuat B10 memiliki dua karakter berbeda.

Untuk penggunaan harian, mode Comfort menjadi pilihan yang paling masuk akal. Mobil terasa lebih rileks dan mudah dikendalikan.

Sementara bagi pengemudi yang ingin merasakan performa motor listriknya, mode Sport menawarkan pengalaman yang jauh lebih responsif. Namun, karakter agresif tersebut membuat pengemudi perlu lebih presisi mengontrol pedal akselerator.

VinFast VF MPV 7 Tempuh Jakarta-Bali 11 Hari, Begini Performa dan Konsumsinya

Dengan baterai berkapasitas 67,1 kWh, Leapmotor B10 juga menawarkan jarak tempuh hingga 516 km berdasarkan metode NEDC. Angka tersebut membuat B10 tidak hanya menarik dari sisi performa, tetapi juga dari aspek penggunaan sehari-hari.

Pada akhirnya, daya tarik Leapmotor B10 bukan hanya terletak pada angka 215 PS atau kemampuan akselerasinya. Karakter berkendaranya yang mampu berubah dari nyaman dan kalem di Comfort menjadi agresif di Sport justru menjadi salah satu hal yang paling menarik dari SUV listrik ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *