Beranda » Kendaraan Operasional Perusahaan, Ini Cara Menghitung Biaya Kepemilikannya

Kendaraan Operasional Perusahaan, Ini Cara Menghitung Biaya Kepemilikannya

MOTORESTO.ID, JAKARTA – Kendaraan operasional merupakan sebuah investasi yang bertujuan menunjang aktivitas bisnis perusahaan. Tak sedikit perusahaan mempertimbangkan harga sebagai acuan utama dalam menentukan kendaraan.

Semakin rendah harga kendaraannya, semakin menarik bagi manajemen, apalagi kalau spesifikasinya memenuhi kebutuhan operasional.

Namun, perspektif ini perlahan bergeser seiring meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga bahan bakar dan kemacetan lalu lintas.

Harga beli kini tidak lagi menjadi faktor utama dan penentu, melainkan pada total biaya pengoperasian maupun nilai jangka panjang kendaraan.

Pergesaran ini membuat perusahaan melihat kendaraan operasional sebagai aset produktif. Sehingga, perusahaan mulai memandang armada kendaraan yang efisien sekaligus mendukung produktivitas bisnis.

Toyota Innova Zenix Improvement 2026 Dapat Penyegaran, Ini Spesifikasi dan Harganya

Total Cost of Ownership

Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan menjadi kerangka untuk mengevaluasi investasi kendaraan.

TCO mengukur seluruh biaya kepemilikan dan pengoperasian selama siklus hidup kendaraan, termasuk pembiayaan, energi, perawatan, dan biaya operasional lainnya.

Pendekatan ini makin relevan bagi kebutuhan perusahaan yang terbiasa mengoperasikan kendaraan sehari-hari.

Pengurangan biaya operasional dapat menghasilkan penghematan signifikan selama beberapa tahun, sehingga evaluasi TCO memberikan dasar keputusan yang lebih realistis dan jangka panjang bagi perusahaan.

Tak hanya itu, TCO juga membantu perusahaan menilai potensi Return on Investment (ROI). Jika TCO mengukur total pengeluaran selama masa pakai kendaraan, maka ROI menjadi cerminan atas nilai finansial yang terbukti melalui efisiensi operasional dan biaya kepemilikan yang rendah.

Toyota Innova Zenix Kini Punya Toyota Remote, Bisa Nyalakan Mesin dari Smartphone

VinFast Sediakan TCO

VinFast menyediakan platform simulasi TCO yang membandingkan biaya kepemilikan kendaraan listrik dan konvensional.

Sebagai ilustrasi, TCO Limo Green, MPV listrik 7-seater ini anggap dapat menempuh jarak 2.000 kilometer per bulan selama 5 tahun.

Total biaya kepemilikan Limo Green sekitar Rp317,59 juta atau lebih rendah dari kendaraan konvensional yakni sekitar Rp418,10 juta. Angka tersebut menandakan potensi penghematan sekitar 24% atau Rp100,50 juta selama 5 tahun.

Penghematan ini berasal dari beberapa komponen biaya, termasuk biaya energi yang lebih rendah. Perhitungan ini juga mencakup biaya langganan baterai VinFast.

Bagi pemilik bisnis, penurunan biaya operasional dapat membantu perusahaan mencapai ROI positif.

Cari Mobil Bekas? Ada Nissan Kicks Rp 275 Juta hingga Avanza Rp 170 Juta

Solusi Mobilitas Berkelanjutan

Berdasarkan data dan kebutuhan perusahaan, VinFast membawa Limo Green yang menawarkan solusi mobilitas ramah lingkungan sekaligus ramah bagi kantong perusahaan.

Limo Green memiliki kabin luas serta jarak tempuh hingga 450 kilometer dalam sekali pengecasan. Tak hanya itu, sudah fast-charging, sehingga pengisian dari 10%-70% hanya membutuhkan 30 menit.

Untuk mempermudah pelaku usaha, VinFast tawarkan pengisian daya gratis selama tiga tahun hingga 31 Maret 2029 di lebih dari 4.300 titik pengisian daya V-GREEN di Indonesia.

Selain itu, pemilik Limo Green juga mendapatkan nilai jual kembali hingga 80%, garansi kendaraan 7 tahun atau 160.000 kilometer, serta garansi baterai 10 tahun atau 200.000 kilometer.

Menurut VinFast, transisi menuju mobilitas lingkungan bukan sekadar didorong oleh teknologi atau harga yang menggiurkan. Justru, biaya kepemilikan serta efisiensi jangka panjang perlu diperhatikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *