MOTORESTO.ID, JAKARTA — JAECOO kembali memberikan penjelasan mengenai perlindungan baterai J5 EV setelah sebelumnya muncul keluhan konsumen terkait bunyi “pletak” yang berujung pada pemeriksaan bagian baterai.
Kasus tersebut sempat ramai di media sosial setelah seorang pengguna JAECOO J5 bernama Theodorus Herutomo Theo menceritakan pengalamannya melalui grup Facebook JAECOO J5 Indonesia.
Dalam ceritanya, mobil mengeluarkan bunyi “pletak” ketika digunakan dalam perjalanan menuju Semarang. Tak lama setelah itu, muncul indikator berbentuk kura-kura berwarna hijau pada panel instrumen. Pengguna kemudian mendapat arahan untuk mematikan kendaraan selama sekitar 30 menit hingga satu jam.
Setelah mobil dimatikan sekitar 40 menit, kendaraan sempat kembali normal. Namun, indikator yang sama muncul lagi ketika mobil dinyalakan pada hari berikutnya.
Mobil kemudian dibawa ke bengkel JAECOO Semarang. Dari pemeriksaan tersebut, pengguna mengaku mendapat informasi mengenai kerusakan komponen dan estimasi penggantian baterai yang nilainya hampir Rp200 juta. Dalam laporan sebelumnya, angka yang disebut mencapai sekitar Rp195,5 juta.
Cover Baterai JAECOO J5 untuk Penggunaan Harian

Bayu Agus Mustofa, Head of Aftersales OMODA & JAECOO Indonesia, mengatakan cover baterai JAECOO J5 dirancang untuk menghadapi kondisi penggunaan sehari-hari.
“Cover kita itu sudah cukup mumpuni untuk daily use, yang di mana apabila ada kerikil dan lain-lainnya pun kita pastikan itu aman,” ujar Bayu saat ditemui di acara J5 EV Co-Creation, Sabtu (26/9/2026), di The Terrace, Gatot Subroto, Jakarta.
Menurutnya, perlindungan tersebut tetap memiliki batas ketika kendaraan menghadapi benturan dengan objek yang lebih besar, terlebih jika terjadi pada kecepatan tinggi.
“Tapi balik lagi, mau mobil apapun itu, apabila ada objek di depan terus kita terabas dalam kecepatan tinggi, possibility akan tinggi juga,” kata Bayu.
Pernyataan tersebut menjadi penjelasan umum dari sisi aftersales mengenai kemampuan cover baterai dalam penggunaan harian. Artinya, perlindungan tersebut ditujukan untuk kondisi normal seperti terkena kerikil, namun bukan berarti bagian bawah kendaraan tidak memiliki risiko ketika menerima benturan keras.
JAECOO Sebut Kasus Sebelumnya sebagai Pure Accident
Dalam kesempatan yang sama, pihak JAECOO juga menyinggung kasus yang sebelumnya ramai di media sosial tersebut.
Bayu menyebut kasus itu sebagai pure accident dan mengatakan terdapat benturan dengan tingkat ketinggian tertentu.
“Kalau case-nya kemarin itu sampai waktu kita bisa bilang itu pure accident ya, Pak, yang di mana kita temukan tinggi benturan dan lain-lainnya,” ujar Bayu.
Namun, dalam keterangan yang tersedia, pihak JAECOO tidak memaparkan secara rinci mengenai komponen baterai yang mengalami kerusakan pada kendaraan tersebut maupun kronologi teknis lengkap yang menyebabkan biaya penggantian mencapai hampir Rp200 juta.
Karena itu, penjelasan mengenai cover baterai ini lebih tepat dipahami sebagai penjelasan pihak aftersales mengenai batas penggunaan dan perlindungan baterai JAECOO J5, bukan sebagai kesimpulan teknis mengenai kasus kendaraan yang sebelumnya viral.


Komentar