Bisnis
Beranda » Hino Ungkap Capaian Strategi Jangka Panjangnya di Tanah Air

Hino Ungkap Capaian Strategi Jangka Panjangnya di Tanah Air

hino

MOTORESTO.ID,JAKARTA–Usia 43 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah industri otomotif untuk berkembang. Hino telah mengukir sejarah kehadirannya di Indonesia dengan caranya sendiri. Hal itu tampak dari komitmen investasi berkelanjutan di sektor manufaktur, penguatan ekosistem industri dalam negeri, serta layanan purna jual terintegrasi bagi operasional pelanggan.

Perlahan namun pasti, melalui PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), Hino membangun basis produksi terintegrasi dengan luas area mencapai 296.000 meterpersegi dengan luas bangunan lebih dari 169.000 meterpersegi, yang didukung 1.548 tenaga kerja trampil.

Dikelilingi pepohonan rindang, pabrik yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat itu memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 75.000-unit kendaraan per tahun. Jumlah tersebut dihasilkan melalui jalur produksi standar Hino Motorl Limited, Jepang untuk produk light duty truck sejak 2009, medium duty truck sejak 2003 hingga bus pada 2018. Bahkan Hino sejak 2021 telah memproduksi mesin sendiri secara lokal.

Karena itu perjalanan selama 43 tahun telah membuat HMMI mampu mencatat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen ditambah Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) 14.10 persen. Hadirnya ratusan perusahaan suplier pendukung, pengembangan SDM, hingga layanan purna jual telah memperkuat kehadiran Hino di Tanah Air sebagai industri manufaktur yang andal dari hulu hingga hilir.

“Ini bukti strategi jangka panjang untuk mendorong pemanfaatan komponen lokal, pengembangan supplier dalam negeri, serta penguatan rantai pasok industri otomotif nasional,” kata Harianto Sariyan, Director PT HMMI, Rabu (21/1).

Ini Alasan Kenapa Kia All New Carens Layak Dipinang Keluarga Indonesia

Potensi pasar 2026

Saat ini potensi pasar masih belum ada kepastian. Namun, adanya kebijakan Koperasi Merah Putih dinilainya cukup positif karena menggerakkan ekonomi masyarakat. Industri pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung industri kendaraan niaga, kini kurang bergairah.

Namun, di sisi lain ada sektor transportasi dan logistik yang dinilai lebih stabil. Apalagi pangsa pasar Hino di sektor transportasi mampu bertahan dengan baik dalam 25 tahun. “kita tahun 2025 lalu menguasai 56 persen, jadi cukup dominan,” kata Harianto.

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, produk Hino juga telah mendunia. Sejumlah negara seperti Vietnam, Filipina, Bolivia, Haiti, Papua Nugini, Thailand, Malaysia, Pakistan, Taiwan, dan Jepang telah menjadi tujuan ekspor baik dalam bentuk CBU atau CKD sejak 2011 lalu.

dok foto: Hino

Inilah Deretan Mobil Hybrid Baru di IIMS 2026, Mana Favorit Anda ?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *