MOTORESTO.ID, JAKARTA – PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan SDM di sektor transportasi melalui Hino Academy.
Program ini meliputi pelatihan bagi mekanik, pengemudi. Sehingga, tenaga profesional memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi kendaraan niaga.
Hino kembali menegaskan komitmennya melalui diskusi bertajuk Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Industri Transportasi Indonesia Masa Depan. Diskusi tersebut berlangsung di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Hino menyoroti pentingnya sinergi antara industri, pemerintah, institusi pendidikan, dan jaringan dealer dalam mencetak tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan industri transportasi.
“Bagi Hino, mendukung dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi kami untuk Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kami ingin membantu mencetak lulusan yang siap bekerja dan menjawab kebutuhan industri,” ujar Susilo Darmawan, Sales & After Sales Director HMSI.
Hino Academy
Hino mewujudkan komitmen tersebut dengan membangun Hino Indonesia Academy yang menyediakan berbagai program pelatihan berbasis kebutuhan industri. Materi pelatihannya pun mengikuti perkembangan teknologi kendaraan Hino.
Hal ini bertujuan agar peserta dapat memahami aspek teknis, sekaligus memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
Hino Academy & Customer Center Division Head HMSI, Pieter Andre, menjelaskan bahwa kompetensi SDM merupakan sebuah investasi jangka panjang bagi industri transportasi nasional.
“Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang bagi industri transportasi. Melalui Hino Indonesia Academy dan kemitraan dengan sekolah vokasi, kami ingin memastikan lahirnya tenaga kerja yang tidak hanya memahami teknologi kendaraan, tetapi juga siap memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” jelas Pieter.
Hino Indonesia Partnership School
Tak hanya itu, HMSI juga menjalankan program Hino Indonesia Partnership School (HIPS) yang menjembatani sekolah menengah kejuruan dengan dunia industri. Program ini mencakup penyelarasan kurikulum, pelatihan guru, penyediaan media pembelajaran, sertifikasi kompetensi, hingga praktik kerja industri.
Program ini tak hanya menyediakan ilmu dan pelatiahan saja. HIPS juga pengalaman bagi siswa, sehingga lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan sektor kendaraan niaga.
“Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kolaborasi antara sekolah dan dunia industri menjadi kunci agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah,” ujar Arie Wibowo, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikdasmen.
Jaringan dealer Hino juga berperan sebagai mitra pendidikan melalui penyediaan lokasi praktik kerja industri sekaligus membuka peluang karir bagi lulusan SMK yang telah kompeten.
HMSI berharap kolaborasi ini dapat menciptakan ekosistem pelatihan talenta yang berkelanjutan serta kompeten untuk mendukung perkembangan industri kendaraan niaga di Indonesia.


Komentar