MOTORESTO.ID, STUTTGART– Mercedes-Benz G-Class, merupakan salah satu SUV legendaris yang memiliki banyak pecinta di banyak negara. Kini, raksasa otomotif Jerman tersebut berencana akan menghadirkan G-Class mungil atau disebut sebagai Mercedes Benz G-Class ‘Baby’ atau Little G tahun depan.
Namun, pihak Mercedes Benz tampaknya mempertimbangkan sang penerus G-Class tersebut akan hadir menggunakan sistem penggerak hybrid. Hal itu tidak terlepas dari animo pecinta G-Class di sejumlah negara yang kurang menyukai sistem penggerak listrik.
Perubahan ini mencerminkan penataan ulang yang lebih luas pada manajemen Mercedes Benz. Perusahaan Jerman tersebut telah mundur dari rencana awalnya yang hanya berfokus pada kendaraan listrik (EV). CEO Ola Källenius menegaskan akan terus menjual model bermesin pembakaran internal hingga tahun 2030-an agar memiliki daya saing di pasar. Permintaan yang lesu untuk G-Class listrik, menurut sebagian besar pendapat, telah mendukung sikap tersebut.
Laporan Autocar menyebutkan mobil off-road kompak dua baris seukuran GLB ini, yang secara internal dijuluki Little G, menggunakan model penggerak hybrid yang sedang dalam pengembangan. Kemungkinan akan menggunakan mesin empat silinder turbocharger yang digunakan Mercedes-Benz CLA terbaru.

Mesin hybrid 1,5 liter ini dirancang Mercedes Benz diproduksi Horse Powertrain di China, sebuah usaha patungan antara Geely dan Renault. Besarnya tenaga yang akan dihasilkan CLA 220 belum diketahui, tetapi CLA 220 hybrid baru ini menghasilkan 208 hp (211 PS) dan torsi 280 lb-ft (380 Nm), serta mampu mencapai kecepatan 62 mph (100 km/jam) hanya dalam waktu 7,1 detik.
Menurut laman Carscoops, baterai NMC 85 kWh diperkirakan mampu memberikan jarak tempuh WLTP mendekati 450 mil (724 kilometer). Kemampuannya tidak jauh berbeda dengan angka 418-479 mil (672-771 kilometer) milik sedan CLA 350. Anda mungkin ingat G 580 listrik ukuran penuh dengan teknologi EQ hanya memiliki jarak tempuh WLTP 280 mil (450 kilometer).
Render tidak resmi dari Nikita Chuyko untuk Kolesa member gambaran yang kredibel tentang tampilan SUV nantinya. Hal itu diperkuat dengan hadirnya lampu depan bulat, kaca tegak, tiga jendela samping besar, dan ban cadangan yang terpasang di pintu belakang, khas SUV.
Little G akan dijual secara eksklusif dengan penggerak empat roda, dan diperkirakan akan menampilkan teknologi torque vectoring canggih. Teknologi ini mampu mendistribusikan tenaga ke tiap roda untuk meniru kemampuan off-road dari G-Class yang lebih besar.
Little G juga disebut menggunakan platform rangka sasis khusus dan tidak berbagi komponen dengan Mercedes GLC atau C-Class listrik. Kelebihan ini diperkirakan akan memudahkannya bersaing dengan rival utamanya, Land Rover Defender Sport.

Komentar