News
Beranda » Agrinas Sebut Negosiasi dengan Produsen Lokal Gagal

Agrinas Sebut Negosiasi dengan Produsen Lokal Gagal

TMMIN
Dok. TMMIN

MOTORESTO.ID, JAKARTA — PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan bahwa keputusan impor 105 ribu unit pickup dari India bukanlah langkah mendadak. Direktur Utama Joao Angelo De Sousa Mota menyampaikan, pihaknya telah melakukan pertemuan dan negosiasi dengan berbagai produsen kendaraan komersial di Indonesia, termasuk Suzuki, Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi, Foton, hingga Hino. Namun, negosiasi tersebut terhambat oleh keterbatasan kapasitas produksi dan perbedaan harga.

“Bahwa kami tidak memberikan kesempatan ke produsen lokal, itu tidak benar. Kami terbuka dan transparan, semua produsen diberikan kesempatan yang sama,” ujar Joao, Selasa (24/2).

Joao menambahkan, rencana pembelian pickup dilakukan dalam jumlah besar, yaitu ratusan ribu unit, sehingga Agrinas menginginkan skema pembelian secara massal atau “ball” agar harga lebih ekonomis. Namun, sebagian besar produsen lokal masih menjual per unit, sehingga tidak memungkinkan bagi Agrinas untuk mendapatkan harga lebih efektif.

Sebagai catatan, Agrinas akan mengimpor 105 ribu unit pickup dari India, terdiri dari 35 ribu unit Mahindra Scorpio Pickup dan 70 ribu unit Tata Motors (35 ribu Yodha Pickup dan 35 ribu Ultra T.7 Light Truck). Kendaraan ini akan digunakan untuk Koperasi Desa Merah Putih guna mendukung distribusi produk pertanian secara efisien.

Menurut Joao, upaya tersebut juga bertujuan memberikan pilihan lebih banyak bagi masyarakat Indonesia dan mendorong harga kendaraan lokal lebih kompetitif di masa depan. “Harapan kami, dengan adanya opsi ini, masyarakat bisa membeli kendaraan dengan harga lebih adil dan kompetitif,” tambahnya.

Honda Premium Matic Day Hadir di Jakarta, Ada Test Ride dan Promo Menarik!

Ia juga menekankan bahwa seluruh produsen lokal telah diundang dan diberikan kesempatan untuk menyuplai kendaraan, namun keterbatasan kapasitas produksi, ketersediaan karoseri, serta harga menjadi kendala. Misalnya, Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max hanya mampu memproduksi 100–120 ribu unit per tahun, dan sebagian besar telah digunakan oleh MBG. Isuzu hanya mampu menyuplai 900 unit, sementara Mitsubishi L300 dan Hino memiliki kapasitas terbatas per bulan.

“Kami mengundang Astra sebanyak lima kali dengan berbagai penawaran, termasuk Hilux 4×4 dan 4×2. Namun, harga dan kapasitas produksi hanya 400–800 unit per bulan, sehingga tidak memenuhi kebutuhan kami. Produsen lokal lain, seperti Mitsubishi (truk roda 6) dan Mitsubishi Fuso, menyuplai sesuai kapasitas maksimal mereka. Hino Motor mampu memproduksi 120 unit per bulan, tetapi setelah koordinasi dengan Jepang, kapasitas maksimal mereka 10 ribu unit. Photon Aumar dari produsen Cina menyuplai 13.500 unit.” tambahnya.

“Semua produsen lokal diundang dan diberi kesempatan yang sama. Namun, karena pembelian kami dalam jumlah besar (ratusan ribu unit), kami menawarkan skema pembelian massal atau ‘ball’, agar harga lebih ekonomis. Sayangnya, sebagian produsen lokal masih menjual per unit, sehingga tidak memungkinkan mendapatkan harga lebih efektif.”

“Karena itulah, Agrinas terpaksa melakukan impor dari India, khususnya untuk Koperasi Merah Putih, agar masyarakat memiliki pilihan lebih banyak dan harga kendaraan lokal bisa lebih kompetitif.”

Selain itu, Joao menegaskan bahwa impor pickup dari India juga disertai rencana dukungan purna jual, termasuk suplai suku cadang, dealer, dan bengkel resmi, agar kendaraan dapat digunakan optimal di berbagai daerah. Tata Motors direncanakan membangun pabrik di Indonesia pada 2029, sedangkan Mahindra telah menyiapkan fasilitas dealer dan bengkel lebih cepat.

Chery Siap Guncang Auto China 2026, Perkuat Ekspansi Global dan Teknologi Mobil Masa Depan!

Dengan langkah ini, Agrinas berharap tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih, tetapi juga memberikan kontribusi pada efisiensi distribusi pertanian dan harga yang lebih adil bagi petani maupun konsumen.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *