MOTORESTO.ID, JAKARTA — GP Monako 2026 menghadirkan salah satu balapan paling dramatis musim ini. Balapan yang berlangsung di jalanan sempit Monte Carlo tersebut dipenuhi insiden, penalti, hingga red flag yang mengubah jalannya perlombaan.
Di tengah kekacauan yang terjadi, Andrea Kimi Antonelli tampil tanpa cela dan berhasil meraih kemenangan kelimanya secara beruntun musim ini. Pebalap Mercedes itu memanfaatkan pole position dengan sempurna dan tak pernah benar-benar mendapat ancaman sepanjang balapan.
Drama langsung terjadi ketika lampu start padam. Max Verstappen mengalami masalah pada mobilnya dan gagal melanjutkan balapan. Kondisi tersebut membuat Antonelli dengan mudah memimpin lomba, diikuti Lewis Hamilton dan Charles Leclerc.
Insiden Beruntun Warnai Balapan Monte Carlo

Monako kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu sirkuit paling menantang di Formula 1. Sejumlah pebalap harus mengakhiri balapan lebih awal akibat berbagai masalah.
Valtteri Bottas menjadi salah satu pebalap pertama yang terpaksa retire karena kendala teknis. Ollie Bearman juga gagal menyelesaikan balapan, disusul Lando Norris yang mengalami masalah pada power unit mobil McLaren miliknya.
Memasuki fase akhir balapan, insiden terbesar terjadi pada lap ke-66. Charles Leclerc yang sedang berada di jalur podium kehilangan kendali dan menghantam pembatas di area tikungan terakhir. Menariknya, lokasi kecelakaan tersebut sebelumnya juga menjadi tempat Lance Stroll mengalami insiden serupa.
Kecelakaan Leclerc menyebabkan balapan dihentikan sementara dengan red flag selama kurang lebih 15 menit. Harapan tifosi melihat pebalap tuan rumah naik podium di Monte Carlo pun pupus seketika.
Penalti dan Kontroversi Warnai GP Monako
Selain insiden di lintasan, sejumlah penalti juga menjadi sorotan. George Russell mendapat beberapa investigasi sepanjang balapan, termasuk pelanggaran batas kecepatan di pit lane. Hukuman yang awalnya berupa penalti lima detik akhirnya meningkat menjadi drive-through karena prosedur penalti tidak dijalankan dengan benar.
Menariknya, terdapat enam kasus speeding di pit lane sepanjang balapan. Lima di antaranya hanya melebihi batas kecepatan sekitar 0,1 km/jam. Situasi tersebut memunculkan dugaan adanya masalah pada sistem sensor pengukuran kecepatan, terutama karena sebagian besar kasus melibatkan mobil bermesin Mercedes.
Di sisi lain, Isack Hadjar berhasil lolos dari ancaman penalti. Setelah investigasi dilakukan, steward memutuskan memberikan status “No Further Action”, sehingga posisi podium ketiganya tetap aman.
Sergio Perez juga sempat diselidiki karena posisi mobil yang tidak tepat saat start. Pebalap Cadillac tersebut akhirnya menerima penalti 10 detik dan turun ke posisi ke-15 setelah sebelumnya sempat finis di zona poin.
Antonelli Semakin Kokoh di Puncak Klasemen

Setelah balapan kembali dilanjutkan, Antonelli tetap menjaga keunggulannya hingga garis finis. Pebalap muda Italia tersebut unggul 6,2 detik atas Lewis Hamilton yang finis kedua bersama Ferrari.
Posisi ketiga menjadi milik Isack Hadjar untuk Red Bull, sementara Oscar Piastri finis keempat dan Liam Lawson melengkapi lima besar.
Kemenangan ini menjadi kemenangan kelima beruntun Antonelli sepanjang musim 2026. Hasil tersebut membuatnya semakin nyaman di puncak klasemen pembalap dengan koleksi 156 poin.
Menariknya, untuk lima balapan berturut-turut lagu kebangsaan Italia “Fratelli d’Italia” kembali berkumandang di podium Formula 1. Namun kali ini bukan karena kemenangan Ferrari, melainkan berkat performa luar biasa Kimi Antonelli bersama Mercedes.
GP Monako 2026 pun akan dikenang sebagai salah satu balapan paling kacau musim ini, menghadirkan kombinasi insiden, penalti, red flag, dan kejutan yang mengubah jalannya persaingan gelar juara dunia.

Komentar