MOTORESTO.ID, JAKARTA — Ferrari kembali menjadi sorotan setelah pernyataan tegas “Made in Maranello” muncul dalam deskripsi resmi Ferrari Luce di situs perusahaan. Tertulis jelas bahwa mobil tersebut “Engineered, developed and manufactured in Maranello – the home of Ferrari expertise and excellence”.
Dalam perspektif branding, pernyataan ini bukan sekadar informasi produksi, melainkan penegasan identitas yang sangat strategis. Ferrari ingin memastikan bahwa Luce, sebagai model elektrifikasi awal, tetap dianggap lahir dari pusat DNA merek mereka: Maranello.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkuat persepsi bahwa Ferrari Luce bukan sekadar mobil listrik generik atau hasil kolaborasi eksternal, melainkan produk murni dari ekosistem internal Ferrari.
Upaya Menjaga DNA di Era Elektrifikasi
Secara teori Corporate Identity oleh Balmer & Greyser, strategi ini dapat dibaca sebagai upaya menjaga konsistensi antara “who we are” dan “how we are perceived”. Maranello berfungsi sebagai identity anchor yang menjaga kesinambungan brand di tengah transformasi besar menuju kendaraan listrik.
Ferrari Luce diposisikan sebagai simbol transisi: tetap mempertahankan performa dan eksklusivitas, namun dengan teknologi yang sepenuhnya baru.
Namun, transisi ini juga membuka ruang perdebatan. Sebagian penggemar menilai Ferrari mulai bergeser dari karakter emosional berbasis mesin pembakaran internal menuju pendekatan yang lebih modern dan digital.

Kritik Keras Montezemolo terhadap Ferrari Luce
Kritik paling tajam datang dari Luca Cordero di Montezemolo, mantan chairman Ferrari (1991–2014). Ia dikenal sebagai figur yang membawa Ferrari ke era kejayaan Formula 1 bersama Michael Schumacher, sekaligus penjaga kuat nilai heritage Ferrari.
Dalam pernyataannya, Montezemolo menyebut Ferrari berisiko “menghancurkan legenda” melalui langkah elektrifikasi. Ia bahkan menyindir bahwa ia berharap logo Prancing Horse tidak lagi ditempatkan pada mobil tersebut.
“Jika saya mengatakan apa yang benar-benar saya pikirkan, saya akan menyakiti Ferrari. Ada risiko menghancurkan sebuah mitos,” ujarnya dalam pernyataan yang ramai dikutip media otomotif global.
Ferrari Luce: Evolusi atau Pergeseran Identitas?
Ferrari Luce kini menjadi simbol perdebatan besar dalam industri otomotif. Di satu sisi, mobil ini adalah langkah logis menuju masa depan elektrifikasi. Di sisi lain, ia memunculkan pertanyaan fundamental: apakah Ferrari masih Ferrari tanpa karakter mesin tradisional?
Montezemolo sendiri secara konsisten menunjukkan skeptisisme terhadap EV Ferrari, bahkan sebelumnya menyatakan tidak akan mengendarai mobil listrik tersebut.
Di kalangan tifosi, opini pun terbelah. Sebagian melihat Luce sebagai evolusi yang tak terhindarkan, sementara lainnya menganggapnya sebagai potensi pergeseran identitas brand yang terlalu jauh.

Komentar