Gaya Hidup
Beranda » Mantan Bos Ferrari Beri Kritik Pedas soal Ferrari Luce EV

Mantan Bos Ferrari Beri Kritik Pedas soal Ferrari Luce EV

Luca Cordero di Montezemolo
Luca Cordero di Montezemolo Dok. ROSSOAutomobili

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Ferrari kembali menjadi sorotan setelah pernyataan tegas “Made in Maranello” muncul dalam deskripsi resmi Ferrari Luce di situs perusahaan. Tertulis jelas bahwa mobil tersebut “Engineered, developed and manufactured in Maranello – the home of Ferrari expertise and excellence”.

Dalam perspektif branding, pernyataan ini bukan sekadar informasi produksi, melainkan penegasan identitas yang sangat strategis. Ferrari ingin memastikan bahwa Luce, sebagai model elektrifikasi awal, tetap dianggap lahir dari pusat DNA merek mereka: Maranello.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkuat persepsi bahwa Ferrari Luce bukan sekadar mobil listrik generik atau hasil kolaborasi eksternal, melainkan produk murni dari ekosistem internal Ferrari.

Upaya Menjaga DNA di Era Elektrifikasi

Secara teori Corporate Identity oleh Balmer & Greyser, strategi ini dapat dibaca sebagai upaya menjaga konsistensi antara “who we are” dan “how we are perceived”. Maranello berfungsi sebagai identity anchor yang menjaga kesinambungan brand di tengah transformasi besar menuju kendaraan listrik.

Ferrari Luce diposisikan sebagai simbol transisi: tetap mempertahankan performa dan eksklusivitas, namun dengan teknologi yang sepenuhnya baru.

MG Akhiri Regional Launch MGS5 EV di Pontianak dan Batam, Harga Mulai Rp 348 Jutaan!

Namun, transisi ini juga membuka ruang perdebatan. Sebagian penggemar menilai Ferrari mulai bergeser dari karakter emosional berbasis mesin pembakaran internal menuju pendekatan yang lebih modern dan digital.

Ferrari Luce
Ferrari Luce Dok. Ferrari

Kritik Keras Montezemolo terhadap Ferrari Luce

Kritik paling tajam datang dari Luca Cordero di Montezemolo, mantan chairman Ferrari (1991–2014). Ia dikenal sebagai figur yang membawa Ferrari ke era kejayaan Formula 1 bersama Michael Schumacher, sekaligus penjaga kuat nilai heritage Ferrari.

Dalam pernyataannya, Montezemolo menyebut Ferrari berisiko “menghancurkan legenda” melalui langkah elektrifikasi. Ia bahkan menyindir bahwa ia berharap logo Prancing Horse tidak lagi ditempatkan pada mobil tersebut.

“Jika saya mengatakan apa yang benar-benar saya pikirkan, saya akan menyakiti Ferrari. Ada risiko menghancurkan sebuah mitos,” ujarnya dalam pernyataan yang ramai dikutip media otomotif global.

Ferrari Luce: Evolusi atau Pergeseran Identitas?

Ferrari Luce kini menjadi simbol perdebatan besar dalam industri otomotif. Di satu sisi, mobil ini adalah langkah logis menuju masa depan elektrifikasi. Di sisi lain, ia memunculkan pertanyaan fundamental: apakah Ferrari masih Ferrari tanpa karakter mesin tradisional?

Ducati Panaskan World Ducati Week 2026, Penggemar Bisa Menang Experience Eksklusif MotoGP!

Montezemolo sendiri secara konsisten menunjukkan skeptisisme terhadap EV Ferrari, bahkan sebelumnya menyatakan tidak akan mengendarai mobil listrik tersebut.

Di kalangan tifosi, opini pun terbelah. Sebagian melihat Luce sebagai evolusi yang tak terhindarkan, sementara lainnya menganggapnya sebagai potensi pergeseran identitas brand yang terlalu jauh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *