Gaya Hidup
Beranda » Strategi Berbeda Berbuah Podium, Citroën Racing Formula E Team Raih Posisi Kedua di Shanghai E-Prix 2026

Strategi Berbeda Berbuah Podium, Citroën Racing Formula E Team Raih Posisi Kedua di Shanghai E-Prix 2026

Dok. Citroen Racing

MOTORESTO.ID SHANGHAI – Citroën Racing Formula E Team berhasil mengamankan podium pada balapan kedua Shanghai E-Prix 2026 yang berlangsung pada 5 Juli 2026 di Shanghai International Circuit. Meski memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan, tim asal Prancis tersebut mampu membalikkan keadaan melalui strategi balap yang berbeda untuk masing-masing pebalap.

Pada sesi kualifikasi, Citroën Racing Formula E Team menghadapi hasil yang kurang memuaskan. Nick Cassidy memulai balapan dari posisi ke-15, sementara Jean-Éric Vergne berada di posisi ke-18. Kondisi cuaca yang tidak menentu, dengan lintasan yang masih basah akibat hujan, membuat tim harus mengambil keputusan strategis demi memaksimalkan peluang meraih poin.

Mengantisipasi berbagai kemungkinan selama balapan, Citroën menerapkan dua pendekatan berbeda. Mobil Nick Cassidy disiapkan dengan pengaturan yang lebih optimal untuk kondisi lintasan basah, sedangkan Jean-Éric Vergne menggunakan setelan yang dirancang untuk menghadapi lintasan yang diprediksi akan semakin mengering seiring berlangsungnya balapan. Selain perbedaan setup kendaraan, keduanya juga menjalankan strategi manajemen energi yang berbeda.

Strategi tersebut terbukti efektif. Vergne mampu mengelola penggunaan energi secara efisien sepanjang balapan sehingga memiliki cadangan energi lebih besar dibandingkan para pesaingnya ketika memasuki lap-lap terakhir. Keunggulan itu dimanfaatkan secara maksimal melalui aktivasi Attack Mode yang dilakukan pada fase akhir balapan.

Pebalap asal Prancis tersebut kemudian melesat dari luar sepuluh besar, menembus lima besar, hingga bergabung dalam perebutan posisi terdepan. Drama terjadi menjelang finis ketika insiden di lintasan memaksa balapan memasuki periode Yellow Flag yang mengubah dinamika persaingan.

Setahun Hadir Suzuki Fronx Terjual 14 Ribu Unit, Varian Ini Favorit

Setelah balapan kembali berlangsung di bawah bendera hijau, Vergne terlibat duel sengit dengan Lucas di Grassi. Namun, karena pebalap Brasil tersebut baru saja mengaktifkan Attack Mode sehingga memiliki waktu tambahan untuk memanfaatkan tenaga ekstra, Vergne harus puas mengakhiri balapan di posisi kedua dengan selisih yang sangat tipis.

Sementara itu, Nick Cassidy menjalani balapan yang lebih sulit. Meski sempat menunjukkan kecepatan kompetitif dan berada dalam perebutan zona poin, strategi yang disiapkan untuk perubahan cuaca tidak berjalan sesuai harapan setelah balapan memasuki periode Full Course Yellow. Pebalap asal Selandia Baru itu akhirnya finis di posisi ke-16.

Hasil tersebut tetap menjadi pencapaian positif bagi Citroën Racing Formula E Team. Berbekal strategi yang berbeda untuk mengantisipasi seluruh kemungkinan kondisi balapan, tim berhasil mengubah posisi start yang kurang ideal menjadi raihan podium sekaligus membawa pulang 18 poin penting dalam klasemen kejuaraan dunia Formula E.

Team Principal Citroën Racing Formula E Team, Cyril Blais, mengaku puas dengan hasil yang diraih timnya setelah melalui awal musim yang cukup menantang.

“Ini merupakan hari yang sangat baik bagi tim dengan Jean-Éric berhasil finis di posisi kedua. Musim ini tidak berjalan mudah baginya karena beberapa peluang gagal dikonversi menjadi hasil yang seharusnya bisa kami raih. Meski kedua mobil memulai balapan dari hasil kualifikasi yang kurang ideal, kami mampu bangkit berkat strategi balapan yang dieksekusi dengan baik. Podium ini menjadi penghargaan atas kerja keras Jean-Éric dan seluruh anggota tim. Kami meninggalkan Shanghai dengan hasil positif yang menjadi modal penting untuk menghadapi sisa musim,” ujar Cyril Blais.

JAECOO Perluas Jaringan di Indonesia Timur, Resmikan Dealer 3S Sanggar Laut Makassar

Jean-Éric Vergne juga mengungkapkan rasa senangnya bisa kembali naik podium setelah melalui awal musim yang penuh tantangan.

“Saya sangat senang bisa kembali finis di podium. Awal balapan tidak mudah karena saya kesulitan mengikuti ritme para pebalap di depan. Namun ketika lintasan mulai mengering, strategi yang kami pilih mulai menunjukkan hasil. Kami mengambil risiko sebelum balapan dimulai, dan ternyata keputusan itu menjadi pilihan yang tepat. Saya mampu menyalip banyak pebalap dengan cepat, dan hasil ini menjadi penghargaan yang layak bagi seluruh tim setelah awal musim yang tidak mudah,” kata Vergne.

Podium di Shanghai menjadi suntikan motivasi bagi Citroën Racing Formula E Team untuk melanjutkan persaingan di putaran-putaran berikutnya dalam musim Formula E 2026. Strategi yang tepat serta manajemen energi yang efektif kembali membuktikan peran pentingnya dalam menentukan hasil di ajang balap mobil listrik paling bergengsi di dunia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *