Mobil
Beranda » BYD Sealion 7 Patah Shockbreaker, Pemilik Trauma Pakai Mobil Listriknya

BYD Sealion 7 Patah Shockbreaker, Pemilik Trauma Pakai Mobil Listriknya

BYD
BYD Sealion 7 Dok. Motoresto.id

MOTORESTO.ID, JAKARTA — BYD Sealion 7 kembali menjadi sorotan publik setelah salah satu pemiliknya membagikan pengalaman kurang menyenangkan di media sosial. Pengguna mengaku mengalami kerusakan pada bagian shockbreaker mobil listrik tersebut meski usia kendaraan baru sekitar satu tahun pemakaian.

Cerita itu dibagikan melalui akun Instagram pribadi @louisedaniella dan kemudian ramai diperbincangkan warganet.

Dalam keterangannya, pemilik mengaku membeli BYD Sealion 7 secara tunai dengan total nilai sekitar Rp650 juta. Mobil tersebut digunakan untuk mobilitas harian dengan rute Bekasi, Jakarta hingga Tangerang dan disebut tidak pernah digunakan secara ekstrem.

Kejadian bermula saat kendaraan hendak diparkir ketika pemilik sedang dalam perjalanan menuju lokasi shooting. Tiba-tiba terdengar suara keras dari bagian mobil yang membuat panik pengemudi.

“Saat hendak parkir, tiba-tiba mobil mengeluarkan bunyi ‘kretek-kretek’ yang sangat keras hingga membuat aku panik,” tulisnya dalam unggahan media sosial.

Polytron Catat Lonjakan Penjualan Motor Listrik di 2026

Karena khawatir terjadi kerusakan lebih serius, pemilik memutuskan menghentikan penggunaan kendaraan dan melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi online. Sementara itu, pihak keluarga menghubungi layanan servis BYD untuk meminta bantuan pengecekan.

Sekitar satu jam kemudian, kendaraan towing datang dan membawa mobil untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pengecekan yang diterima pemilik, disebutkan bahwa shockbreaker mobil mengalami kerusakan hingga patah.

“Jujur aku cukup kaget dan kecewa, karena usia mobil baru sekitar satu tahun dan selama pemakaian selalu digunakan dengan hati-hati,” lanjutnya.

Pemilik juga mengaku tidak menyangka komponen tersebut bisa mengalami kerusakan dalam waktu pemakaian yang relatif singkat. Pengalaman tersebut bahkan membuat dirinya merasa trauma saat berkendara.

“Yang terlintas di pikiran aku adalah kekhawatiran apabila kejadian serupa terjadi saat mobil sedang melaju di jalan tol atau dalam kondisi perjalanan jauh,” tulisnya.

Pasar Otomotif Indonesia Naik 13,7% di April 2026, Ini Data Lengkapnya

Selain itu, pengguna mengaku sejak awal pemakaian sempat beberapa kali merasakan bunyi pada bagian dashboard seperti ada komponen renggang. Keluhan tersebut diklaim sudah pernah disampaikan saat melakukan servis berkala di showroom.

Setelah dilakukan diskusi dengan pihak showroom, solusi yang diberikan adalah penggantian shockbreaker sesuai ketentuan garansi kendaraan. Meski demikian, pemilik mengaku rasa nyaman dan aman berkendara belum sepenuhnya kembali.

“Aku menghargai proses tersebut. Namun hingga saat ini aku masih merasa kurang nyaman dan rasa tenang saat berkendara belum sepenuhnya kembali,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus tersebut.

Chery Q Siap Hadir 18 Mei Bersaing di Segmen Urban EV, Ini Spesifikasinya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *