Mobil
Beranda » BYD M6 Kini Dibekali Teknologi DM, Apa Bedanya dengan Hybrid Biasa?

BYD M6 Kini Dibekali Teknologi DM, Apa Bedanya dengan Hybrid Biasa?

BYD DM
Dok. Motoresto.id

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Dalam dua tahun terakhir, BYD berhasil mencatat penjualan lebih dari 90 ribu unit di Indonesia. Produsen asal China tersebut juga mengklaim telah menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional sejak resmi hadir pada 2024.

Selama ini, BYD dikenal fokus menjual kendaraan listrik murni. Namun kini perusahaan mulai memperluas portofolionya lewat teknologi hybrid Dual Mode yang dipersiapkan khusus untuk pasar Indonesia.

Salah satu model yang akan menggunakan teknologi tersebut adalah BYD M6. Sistem hybrid ini disebut menjadi solusi transisi bagi konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke mobil listrik murni.

Teknologi Hybrid BYD Dikembangkan Sejak 2008

Teknologi Dual Mode sebenarnya bukan hal baru bagi BYD. Sistem ini sudah dikembangkan sejak 2008 dan kini memasuki generasi kelima.

BYD membawa filosofi G.A.S.S yang merupakan singkatan dari Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Filosofi tersebut menjadi dasar pengembangan sistem hybrid mereka.

Motivasi Tenaga Penjual, PT Wahana Makmur Sejati Gelar Sales Rewarding

Teknologi ini juga hadir untuk menjawab tantangan harga bahan bakar yang terus meningkat. Sistemnya terbagi menjadi tiga karakter utama, yaitu:

  • DM-I untuk efisiensi bahan bakar,
  • DM-P yang fokus pada performa,
  • DM-O untuk kebutuhan offroad.

Motor listriknya mampu berputar hingga 15.000 rpm dan dipadukan dengan Blade Battery khas BYD.

“Menghadirkan pengalaman berkendara electric first. Teknologi ini menghilangkan keresahan seperti efisiensi BBM dan range anxiety,” ujar Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia.

Konsumsi BBM Diklaim Capai 65 Km per Liter

Berbeda dengan hybrid konvensional, sistem Dual Mode milik BYD memungkinkan mesin bensin menyalurkan tenaga langsung ke roda.

Sistem ini memiliki tiga fase kerja, yaitu EV Mode, HEV Series, dan HEV Parallel. Perpindahan tenaga diklaim berjalan halus berkat arsitektur kontrol yang terintegrasi secara real time.

Bisnis SUV Terus Menggeliat, JETOUR T2 Catat Wholesale 947 Unit

“Dengan kontrol yang presisi terhadap mesin dan motor listrik, sistem ini mampu menghadirkan tingkat kesenyapan layaknya kendaraan listrik murni,” lanjut Bobby.

Dari sisi efisiensi, BYD mengklaim mesin hybrid mereka memiliki rasio kompresi 16:1 yang membantu mengurangi thermal loss hingga 46 persen. Dipadukan dengan teknologi Atkinson Cycle, konsumsi bahan bakarnya disebut bisa mencapai 65 kilometer per liter.

Kehadiran teknologi hybrid ini menunjukkan strategi elektrifikasi BYD di Indonesia kini tidak hanya berfokus pada mobil listrik murni, tetapi juga kendaraan hybrid sebagai solusi transisi menuju era elektrifikasi penuh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *