MOTORESTO.ID, JAKARTA — BYD kembali menunjukkan agresivitasnya di industri kendaraan listrik global. Dikutip dari CarNewsChina, Produsen otomotif asal China tersebut resmi membuka lebih dari 9.000 lowongan kerja di basis industrinya di Zona Kerja Sama Khusus Shenshan (Shenzhen–Shantou), China.
Gelombang rekrutmen ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dua fasilitas utama, yakni pabrik komponen Ebu dan pabrik perakitan kendaraan Xiaomo, seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik BYD di pasar internasional.
Posisi yang dibuka cukup beragam, mulai dari operator produksi, teknisi, staf gudang, inspektur kualitas, hingga posisi manajemen.
Rekrutmen Terbagi di Beberapa Divisi
BYD membagi kebutuhan tenaga kerja ke dalam beberapa unit operasional, di antaranya:
- Divisi 11 Xiaomo Park membuka sekitar 4.800 posisi, meliputi pekerja lembaran logam, teknisi pelapis interior, hingga staf gudang.
- Divisi 15 Xiaomo Park membutuhkan sekitar 1.200 karyawan, termasuk operator perakitan, teknisi pengelasan, dan teknisi busa.
- Divisi 15 Ebu Park membuka sekitar 2.000 posisi untuk operator produksi, penyetel mesin, serta tenaga pengelasan.
Seluruh rekrutmen ini menjadi bagian dari ekspansi kapasitas produksi BYD yang terus meningkat.
Gaji Mulai Rp13 Jutaan hingga Rp52 Juta
BYD menawarkan skema gaji berdasarkan tingkat keahlian dan posisi.
Operator umum memperoleh gaji mulai 5.000 yuan atau sekitar Rp13 juta per bulan.
Sementara tenaga teknis seperti teknisi listrik dan welder bisa menerima hingga 10.000 yuan per bulan.
Untuk posisi teknisi senior maupun perancang cetakan (mold designer), gaji ditawarkan di kisaran 15.000–20.000 yuan, setara sekitar Rp39 juta hingga Rp52 juta setiap bulan.
Penjualan Ekspor Jadi Motor Pertumbuhan
Ekspansi tenaga kerja ini tidak lepas dari meningkatnya permintaan kendaraan BYD di pasar luar negeri.
Sepanjang 2025, BYD berhasil menjual sekitar 1,05 juta kendaraan penumpang dan pikap ke pasar ekspor, naik 145 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Momentum tersebut berlanjut pada semester pertama 2026, dengan penjualan ekspor mencapai sekitar 789.400 unit, atau meningkat 70 persen secara tahunan.
BYD kini membidik target ambisius, yakni 1,5 juta unit ekspor hingga akhir 2026.
Perkuat Jejak Produksi Global
Selain memperbesar kapasitas produksi di China, BYD juga terus memperluas jaringan manufakturnya di berbagai negara.
Pabrik BYD di Brasil telah memproduksi lebih dari 100.000 kendaraan energi baru, sementara fasilitas produksi di Thailand telah merakit beberapa model global seperti Dolphin, Atto 3, Seal 5 DM-i, Sealion 5 DM-i, dan Sealion 6 DM-i.
Di Eropa, pembangunan pabrik kendaraan penumpang pertama BYD di Hungaria juga masih berlangsung sebagai bagian dari strategi memperkuat pasar internasional.
Langkah membuka ribuan lowongan kerja ini menunjukkan optimisme BYD terhadap pertumbuhan industri kendaraan listrik dunia sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu produsen otomotif dengan ekspansi tercepat dalam beberapa tahun terakhir.


Komentar