MOTORESTO.ID, JAKARTA – PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) resmi mengumumkan harga BAIC T1 pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Mobil listrik bergaya hatchback crossover ini ditawarkan dengan harga spesial Rp373.000.000 OTR Jakarta untuk 1.000 konsumen pertama.
Namun, bukan hanya soal harga dan kelengkapan fitur, rasa berkendara menjadi salah satu hal menarik dari BAIC T1. Motoresto.id berkesempatan menguji langsung mobil listrik ini dalam perjalanan dari Bandung menuju Jakarta untuk merasakan bagaimana karakter BAIC T1 ketika digunakan di jalan tol.
Saat melaju di jalan tol, BAIC T1 terasa cukup stabil dan nyaman. Karakter suspensinya mampu memberikan rasa berkendara yang nyaman, terutama ketika melaju dalam kecepatan konstan. Mobil juga terasa cukup mudah dikendalikan ketika harus melakukan manuver atau berpindah lajur di jalan tol.
Ketika diajak menikung, BAIC T1 masih terasa nyaman dan aman untuk dikendarai. Meski demikian, terdapat sedikit gejala limbung ketika mobil diajak menikung, tetapi masih dalam batas yang wajar dan tidak mengganggu rasa percaya diri pengemudi. Karakter ini juga membuat BAIC T1 lebih terasa sebagai kendaraan yang mengutamakan kenyamanan untuk mobilitas harian dibandingkan karakter berkendara yang agresif.
Dari sisi performa, BAIC T1 dibekali motor listrik dengan tenaga 70 kW atau sekitar 94-95 hp dan torsi maksimum 176 Nm. Respons tenaga khas mobil listrik juga membuat akselerasi terasa spontan, terutama ketika membutuhkan tambahan tenaga untuk bermanuver atau melakukan overtaking di jalan tol.
Untuk sumber tenaga, BAIC T1 menggunakan baterai LFP berkapasitas 42,3 kWh yang dipasok CALB. Berdasarkan klaim pengujian CLTC, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 425 kilometer, sementara dalam siklus WLTC jarak tempuhnya berada di kisaran 310-350 kilometer.
Pengisian baterai juga tergolong praktis. BAIC T1 mendukung DC fast charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit. Hal ini membuat mobil lebih fleksibel digunakan untuk perjalanan antarkota, selama infrastruktur pengisian daya tersedia di sepanjang rute.
Menariknya, BAIC T1 juga dibekali teknologi Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging. Fitur ini memungkinkan BAIC T1 berbagi daya dengan kendaraan listrik lain ketika dibutuhkan, sehingga dapat menjadi solusi ketika kendaraan lain mengalami kondisi darurat dengan baterai yang menipis.
Selain V2V, tersedia pula teknologi Vehicle-to-Load (V2L) dengan kemampuan hingga 3.500 watt. Dengan fitur tersebut, BAIC T1 dapat berfungsi sebagai sumber listrik portabel untuk mengoperasikan berbagai perangkat elektronik.
Secara keseluruhan, perjalanan Bandung-Jakarta memberikan gambaran bahwa BAIC T1 memiliki karakter berkendara yang cukup nyaman dan mudah dikendalikan. Stabil di jalan tol, responsif ketika bermanuver, serta menawarkan fitur pendukung seperti V2V dan V2L membuat BAIC T1 tidak sekadar mengandalkan statusnya sebagai mobil listrik, tetapi juga menawarkan kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari.

Komentar