Mobil
Beranda » Keluhkan Layanan Aftersales, Hyundai Indonesia Buka Suara soal Kasus Aa Juju

Keluhkan Layanan Aftersales, Hyundai Indonesia Buka Suara soal Kasus Aa Juju

Ioniq 5 Aa Juju Dok. Tangkapan Layar Instagram

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Hyundai Indonesia merespons keluhan Aa Juju terkait pengalaman menggunakan Ioniq 5 serta layanan sales dan aftersales di dealer Hyundai Fatmawati.

Kasus yang melibatkan influencer Aa Juju dengan dealer Gowa Hyundai Fatmawati tengah menjadi perhatian di media sosial. Persoalan ini bermula setelah Aa Juju mengungkap pengalaman yang disebutnya kurang menyenangkan usai membeli Hyundai Ioniq 5 secara cash.

Dalam sejumlah unggahan yang beredar, Aa Juju menyampaikan beberapa keluhan terkait mobil yang digunakannya. Keluhan tersebut di antaranya berkaitan dengan fitur fast charging, mobil yang disebut sempat tidak bisa dinyalakan, aki yang mengalami masalah, kondisi baterai, hingga head unit.

Keluhan Aa Juju Berlanjut ke Layanan Aftersales

Selain persoalan pada kendaraan, pengalaman Aa Juju dengan layanan dealer juga menjadi sorotan.

Aa Juju mengaku sempat kesulitan menghubungi sales yang sebelumnya menawarkan unit tersebut. Salah satu hal yang turut dipermasalahkan adalah informasi mengenai kemampuan mobil untuk melakukan parkir paralel.

Tambah Satu Hall Baru, 37 Merek Siap Hadir di GIIAS Surabaya

Menurut Aa Juju, informasi mengenai kemampuan parkir paralel tersebut menjadi salah satu pertimbangan ketika dirinya membeli mobil.

Persoalan kemudian berlanjut ketika Aa Juju bertemu dengan pihak dealer, termasuk sales dan supervisor. Pertemuan tersebut kemudian direkam dan potongannya beredar di media sosial.

Dalam video yang beredar, pembahasan tidak hanya mengenai kendala kendaraan, tetapi juga mengenai product knowledge sales dan komunikasi antara konsumen dengan pihak dealer.

Salah satu pernyataan supervisor mengenai sejauh mana sales perlu memahami detail teknis kendaraan turut menjadi perhatian warganet.

Hyundai Indonesia Sampaikan Permintaan Maaf

Hyundai Motor Group mulai tahun 2026 akan secara signifikan memperluas jaringan pengisian daya plug-and-charge (PnC) untuk kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Korea Selatan (Korsel). (Foto: Pixabay)

Di tengah ramainya kasus tersebut, Hyundai Indonesia atau PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) akhirnya memberikan respons.

Bukan Cuma Produksi Mobil, Ini Dampak Industri Kendaraan Listrik

Dalam pernyataan resminya, Hyundai Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan situasi yang dialami pelanggan, baik yang berkaitan dengan pengalaman penggunaan produk maupun layanan dari tim sales dan aftersales.

“Kami telah menerima masukan tersebut dan saat ini tengah melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh untuk memastikan langkah penyelesaian terbaik bagi pelanggan.”

HMID menyatakan kasus tersebut telah diterima dan sedang ditangani. Namun, dalam pernyataan yang disampaikan, Hyundai belum membeberkan secara rinci hasil penelusuran terkait masing-masing keluhan yang disampaikan Aa Juju.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *