Tips
Beranda » Motor Matic Mulai Gredek atau Berdecit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Motor Matic Mulai Gredek atau Berdecit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

MOTORESTO.ID, JAKARTA – Motor matic mulai mengeluarkan gredek atau berdecit saat berakselerasi? Suara tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem Continously Variable Transmission (CVT).

PT Wahana Makmur Sejati (WMS) menjelaskan penyebabnya. Bunyi tersebut umumnya berkaitan dengan kondisi komponen CVT, terutama kampas ganda, mangkok kopling, dan V-belt.

Penyebab Motor Matic Gredek

Proses Servis Komponen CVT di Bengkel AHASS (Doc. PT WMS).

Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menjelaskan bahwa saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga mesin ke roda belakang.

“Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek,” jelas Wahyu.

Beberapa penyebab yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Debu Menumpuk
Sisa gesekan komponen dapat menempel pada kampas ganda dan mangkok kopling sehingga mengurangi daya cengkeram.

Mobil Hybrid Terlaris Juli 2026, Xforce Hybrid Mulai Unjuk Gigi

2. Mangkok Kopling Licin
Permukaan mangkok yang mengilap akibat panas berlebih membuat gesekan dengan kampas ganda kurang optimal.

3. Kampas Ganda Aus
Komponen yang menipis atau terbakar dapat menurunkan kemampuan mencengkeram.

4. V-belt Mulai Aus
V-belt yang kering, getas, atau licin dapat menimbulkan bunyi berdecit. Sehingga, mengurangi efisiensi penyaluran tenaga.

Cara Mengatasinya

Untuk menjaga kondisi CVT motor matic tetap prima, pemilik motor dapat melakukan servis dan pembersihan komponen CVT setiap sekitar 2.000 – 5.000 kilometer. Atau, sesuaikan dengan kondisi penggunaan kendaraan.

Bahkan, jika kampas ganda maupun V-belt sudah aus, getas, atau mengalami kerusakan, sebaiknya ganti komponen tersebut.

Laku Kurang dari 9000 Unit Chevrolet Stop Jualan Mobil Baru, Bagaimana Nasib Konsumennya ?

Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, mengatakan konsumen sebaiknya tidak menunggu sampai bunyi gredek muncul untuk memeriksakan CVT.

“Perawatan rutin tidak hanya menjaga performa motor, tetapi juga membuat biaya perawatan menjadi lebih ekonomis karena kerusakan dapat dicegah sejak dini,” ujar Benedictus.

Perawatan CVT disarankan dilakukan di bengkel resmi AHASS, sehingga kondisi komponen dapat diperiksa sesuai standar Honda.

Karena, WMS sendiri didukung 293 jaringan bengkel resmi AHASS di wilayah Jakarta-Tangerang, dengan teknisi tersertifikasi serta penggunaan Honda Genuine Parts (HGP).

Sehingga, jika motor matik mulai terasa gredek atau mengeluarkan bunyi berdecit, jangan tunggu sampai performanya terganggu.

HUT RI ke-81, M Zidane dan Diva Ismayana Bawa Ducati MX Team Indonesia Raih Double Podium!

Pemeriksaan rutin dapat membantu menjaga performa CVT sekaligus mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih serius.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *