MOTORESTO.ID,BEIJING— Chevrolet akhirnya terpaksa menghentikan penjualan produk barunya di China. Keputusan ini sejalan dengan komitmen jangka panjang yang lebih luas antara GM dan SAIC Motor. Kedua perusahaan belum lama ini menandatangani perjanjian pembaruan strategis, memperpanjang usaha patungan SAIC-GM selama 20 tahun lagi, hingga 2047.
Kesepakatan ini sebagai bagian keputusan jangka panjang di antara usaha patungan besar di kawasan ini. Keduanya juga berencana untuk meluncurkan setidaknya 30 model kendaraan energi baru (NEV) pada tahun 2030, dengan fokus utama pada elektrifikasi merek Cadillac dan Buick.
Hal itu tidak terlepas dari kemampuan lokal SAIC-GM yang kuat dalam bidang teknik, manufaktur, dan kualitas. Kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk memasuki pasar di Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, Meksiko, dan kawasan Asia-Pasifik, yang didukung jaringan penjualan dan purna jual global GM yang luas. “Kami melihat peluang besar untuk melangkah lebih jauh dari China dan menghadapi dunia,” kata John Roth, Wakil Presiden Eksekutif GM Global dan Presiden GM China, seperti dikutip Carnews China.
Namun, para pemilik produk Chevrolet di China tidak perlu khawatir. Pihak General Motors akan terus menyediakan layanan purna jual yang komprehensif untuk lebih dari 7,5 juta pemilik Chevrolet di negeri Panda tersebut. Jaringan dealer akan tetap beroperasi dan pasokan suku cadang serta layanan perawatan tidak akan terpengaruh.
Dalam pernyataan kepada National Business Daily pada 10 Agustus, GM China mengkonfirmasi usaha patungannya akan mempertahankan produksi produk Chevrolet di China. Perusahaan menyatakan lini produk Chevrolet saat ini paling sesuai untuk memenuhi permintaan pasar ekspor.
Menurut data dari Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), ekspor Chevrolet dari China mencapai 6.930 unit pada semester pertama tahun ini, yang mewakili peningkatan sebesar 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Masa keemasan Chevrolet di China telah mencapai puncaknya pada 2014 dengan penjualan ritel tahunan sekitar 767.000 unit, didorong model populer seperti Cruze. Namun, sejak hadirnya sejumlah merek otomotif terkemuka China, perkembangan teknologi kendaraan listrik yang meroket, telah membuat produk yang diperkenalkan di China tahun 2005 menurun tajam. Bahkan penjualan tahun 2025 lalu hanya di bawah 9000 unit.

Komentar