MOTORESTO.ID, JAKARTA — Hari ketiga bersama Honda Civic e menjadi momen menarik untuk melihat langsung dampak kenaikan harga BBM terhadap biaya operasional kendaraan hybrid. Dengan harga Pertamax yang kini mencapai Rp 16.250 per liter, kami mencoba mengisi bahan bakar senilai Rp 200 ribu saat indikator tangki berada di posisi setengah.
Hasilnya cukup mengejutkan. Nominal Rp 200 ribu hanya menghasilkan sekitar 12,3 liter Pertamax. Padahal ketika harga Pertamax masih berada di angka Rp 12.300 per liter, jumlah uang yang sama bisa mendapatkan lebih dari 16 liter bahan bakar.
Selisih hampir 4 liter tersebut terasa cukup signifikan, terutama bagi pengguna kendaraan yang rutin melakukan perjalanan jauh. Meski demikian, Honda Civic e masih memiliki satu keunggulan penting yang membuat dampak kenaikan harga BBM tidak terlalu terasa, yakni efisiensi konsumsi bahan bakarnya.

Biaya Isi Penuh Tangki Honda Civic e:HEV Naik Rp 158 Ribu
Honda Civic e dibekali tangki bahan bakar berkapasitas 40 liter. Dengan harga Pertamax terbaru, biaya untuk mengisi penuh tangki kini mencapai:
40 liter × Rp 16.250 = Rp 650.000
Sebagai perbandingan, saat harga Pertamax masih Rp 12.300 per liter, biaya isi penuh tangki hanya:
40 liter × Rp 12.300 = Rp 492.000
Artinya terdapat kenaikan biaya sebesar Rp 158.000 untuk sekali pengisian penuh.
Efisiensi Jadi Senjata Utama Civic Hybrid
Meski biaya pengisian meningkat, konsumsi BBM Honda Civic e tetap menjadi nilai jual utama. Berdasarkan pengujian penggunaan harian, sedan hybrid bermesin 2.000 cc tersebut mampu mencatat konsumsi rata-rata sekitar 21 km per liter pada MID mobil.
Dengan tangki penuh 40 liter, secara teori mobil ini mampu menempuh:
40 liter × 21 km/liter = 840 km
Angka tersebut tergolong impresif untuk sebuah sedan bermesin 2.000 cc. Karena itulah, meski harga BBM mengalami kenaikan cukup tajam, kendaraan hybrid seperti Honda Civic e masih menawarkan efisiensi yang dapat membantu menekan biaya operasional sehari-hari.
Bagi sebagian pengguna, kenaikan harga BBM memang terasa saat berada di SPBU. Namun untuk kendaraan yang memiliki konsumsi bahan bakar efisien, dampaknya relatif lebih ringan dibanding mobil konvensional dengan konsumsi BBM yang lebih boros.

Komentar