MOTORESTO.ID, JAKARTA — Atmosfer dunia modifikasi dan komunitas otomotif terasa kental dalam gelaran Toyota GR Car Meet. Acara yang digelar Toyota Astra Motor (TAM) ini bukan sekadar pameran mobil sporty, tetapi juga menjadi wadah berkumpulnya komunitas, modifikator, hingga pecinta car culture di Indonesia.
Total lebih dari 400 mobil hasil kurasi tampil di area utama acara. Jumlah tersebut belum termasuk ratusan mobil lain milik komunitas yang memenuhi area parkir.
“Total ada berapa mobil? Total 400 lebih yang dikurasi. Yang dikurasi aja 400, tapi yang non kurasi ada juga di parkiran, itu sekitar 500,” ujar Bansar Maduma Marketing Director PT Toyota-Astra Motor.
Toyota menegaskan bahwa GR Car Meet hadir bukan hanya untuk menampilkan produk, melainkan memperkuat hubungan antara brand dengan komunitas otomotif yang selama ini menjadi bagian penting perkembangan Toyota di Indonesia.

Bansar Maduma mengatakan komunitas memiliki peran besar dalam membangun ekosistem otomotif nasional.
“Tujuan dari GR Car Meet ini adalah bagaimana Toyota berkontribusi bukan hanya lewat produk, tapi juga lewat people, yaitu komunitas. Ada 21 komunitas yang dikelola Toyota dan kami juga mengapresiasi para antusias serta kurator yang ikut meramaikan acara ini,” ujar Bansar.
Menurutnya, komunitas menjadi ruang bagi pemilik kendaraan untuk mengekspresikan passion sekaligus memperluas pengetahuan otomotif.
“Komunitas menjadi tempat bagi para pemilik kendaraan untuk mengekspresikan passion mereka, berkumpul, berbagi pengalaman, belajar satu sama lain, dan saling membantu,” lanjutnya.
Toyota juga menilai komunitas sebagai elemen penting dalam perjalanan brand di Tanah Air. Melalui Toyota Owner Club dan berbagai komunitas lainnya, hubungan antara pengguna dan brand terus terjalin kuat.
“Melalui komunitas seperti Toyota Owner Club dan berbagai komunitas lainnya, mereka selalu menjadi bagian krusial bagi perkembangan Toyota di Indonesia,” kata Bansar.

Tak hanya itu, Toyota kini mulai membuka ruang kolaborasi yang lebih besar antara komunitas dan modifikator lokal guna mendukung perkembangan industri otomotif nasional.
“Kami kini menyediakan wadah yang lebih besar bagi komunitas dan para modifikator untuk berkolaborasi sekaligus mengembangkan industri otomotif di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, filosofi Gazoo Racing atau GR juga menjadi benang merah dalam penyelenggaraan acara ini. Chief Engineer Gazoo Racing Company, Hiroyuki Oide menjelaskan bahwa semangat GR lahir dari dunia motorsport dan pengembangan kendaraan dalam kondisi ekstrem.
“Nama Toyota GR Car Meet dipilih karena GR lahir dari semangat untuk terus berkembang melalui tantangan ekstrem di dunia motorsport, sekaligus menghadirkan driving pleasure ke seluruh lini produk Toyota,” kata Hiro.

Ia juga mengaku kagum dengan perkembangan car culture di Indonesia yang dinilai unik dan terus berkembang.
“Budaya JDM sudah dikenal luas di berbagai belahan dunia, dan saya kagum dengan car culture di Indonesia yang sangat beragam, unik, dan solid,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Toyota juga mengungkapkan bahwa model-model dengan varian GR mendapatkan respons positif dari konsumen Indonesia. Kontribusi varian GR bahkan mencapai hampir 45 persen dari total model yang memiliki versi GR.
Toyota menilai tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa konsumen Indonesia tetap memiliki ketertarikan terhadap karakter sporty, meskipun kebutuhan kendaraan berbeda-beda.
Salah satu model GR Sport yang disebut paling diminati saat ini adalah Toyota Fortuner GR Sport.

Komentar