MOTORESTO.ID, JAKARTA — Pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2026. Peningkatan adopsi mobil listrik bahkan mulai memengaruhi dominasi kendaraan bermesin konvensional atau internal combustion engine (ICE) yang selama ini mendominasi industri otomotif nasional.
CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, menyebut tren kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Tan Kim Piauw, pangsa pasar EV pada kuartal pertama atau Q1 2026 sudah mendekati angka 15 persen. Angka tersebut meningkat cukup tajam dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih berada di kisaran 8 persen.
“EV cenderung naik terus. Tahun lalu di Q1 masih sekitar 8 persen, tahun ini Q1 sudah hampir 15 persen,” ujar Tan Kim Piauw.

Ia menjelaskan, peningkatan pasar kendaraan listrik secara otomatis membuat pasar mobil ICE mengalami tekanan dan perlahan menurun. Pergeseran tren tersebut dinilai menjadi sinyal perubahan perilaku konsumen otomotif di Indonesia.
“Jadi berarti EV ini dari total market trennya naik terus. Lawannya ya mobil ICE, mobil ICE ini turun terus,” katanya.
Tan Kim Piauw menilai masyarakat Indonesia kini mulai semakin terbuka dan menerima kendaraan listrik sebagai kendaraan harian. Faktor efisiensi, biaya operasional, hingga pengalaman penggunaan disebut menjadi alasan utama meningkatnya minat masyarakat terhadap EV.
Selain itu, kekhawatiran konsumen terkait baterai dan jarak tempuh kendaraan listrik juga mulai berkurang. Menurutnya, masyarakat perlahan memahami pola penggunaan EV sehingga isu baterai tidak lagi menjadi hambatan utama.
“Orang selalu khawatir gimana kalau baterainya habis. Tapi lama-lama masyarakat mendidik, baterai itu bukan menjadi isu lagi,” lanjutnya.
Pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia juga dinilai ikut mempercepat adopsi EV. Kehadiran berbagai model baru, teknologi baterai yang semakin berkembang, hingga infrastruktur pengisian daya yang mulai meluas membuat pasar kendaraan listrik semakin kompetitif.
Kondisi tersebut membuat kendaraan listrik diprediksi akan memiliki peran lebih besar dalam industri otomotif Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Sementara itu, kendaraan ICE diperkirakan akan terus mengalami penurunan seiring perubahan tren pasar dan meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi kendaraan.

Komentar