MOTORESTO.ID, JAKARTA — PT Honda Motor Co. kembali menjadi sorotan setelah CEO-nya, Toshihiro Mibe, mengakui bahwa perusahaan tidak memiliki banyak ruang untuk bersaing dengan produsen mobil listrik asal China, menyusul percepatan teknologi manufaktur yang sangat agresif di negara tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah kunjungan Mibe ke salah satu pabrik kendaraan listrik di China pada Februari 2025 yang menunjukkan otomatisasi tinggi dan efisiensi produksi tanpa tenaga manusia di lini produksi.
Dalam laporan yang dikutip dari Nikkei Asia, Mibe menyampaikan kekhawatirannya terhadap kecepatan industri China.
“Kami tidak punya peluang melawan ini,” kata Toshihiro Mibe, menyoroti integrasi otomatisasi dari pengadaan suku cadang hingga logistik yang sepenuhnya digital dan minim intervensi manusia.
Selain Honda, industri otomotif global juga menghadapi tekanan besar akibat transisi kendaraan listrik dan perubahan kebijakan di Amerika Serikat. Honda mencatat kerugian lebih dari 15,7 miliar dolar AS, sementara Ford dan General Motors juga mengalami kerugian signifikan akibat penyesuaian strategi elektrifikasi dan hilangnya insentif pajak kendaraan listrik.
Di sisi lain, China terus memperluas ekspor kendaraan listrik ke berbagai pasar global, termasuk Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin. Meskipun menghadapi tarif di beberapa wilayah, mobil listrik China tetap kompetitif secara harga dan efisiensi produksi, membuatnya semakin sulit disaingi oleh produsen lama seperti Honda.
Pakar industri dari Gartner, Pedro Pacheco, menilai produsen China kini tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga menyiapkan peta jalan ekspansi ke Eropa, Amerika Latin, dan Asia Tenggara dengan dukungan teknologi yang semakin matang.
Peningkatan ekspor kendaraan China juga menjadi sorotan, dengan jutaan unit dikirim setiap tahun dan tren pertumbuhan yang terus meningkat menurut asosiasi industri otomotif.
Fenomena ini menegaskan bahwa persaingan Honda di era kendaraan listrik global kini memasuki fase yang jauh lebih kompetitif dan menantang. Perubahan ini diperkirakan akan mempercepat inovasi industri otomotif dunia global.

Komentar