MOTORESTO.ID, JAKARTA — Hyundai Motor mencatat penurunan laba operasional yang cukup tajam pada kuartal pertama (Q1) 2026. Produsen mobil terbesar asal Korea Selatan itu melaporkan laba operasional turun 30,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, terutama akibat dampak negatif dari penerapan tarif oleh Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan laporan perusahaan, laba operasional Hyundai turun menjadi 2,51 triliun won atau sekitar Rp29,1 triliun pada periode Januari hingga Maret 2026. Sementara itu, laba bersih juga ikut terkoreksi sebesar 23,6 persen menjadi 2,58 triliun won atau sekitar Rp30 triliun.
Meski demikian, Hyundai masih berhasil mencatatkan pendapatan sebesar 45,94 triliun won (sekitar Rp534 triliun) atau naik 3,4 persen secara tahunan. Angka tersebut bahkan menjadi rekor pendapatan tertinggi Hyundai untuk periode kuartal pertama.
Hyundai Catat Penurunan Laba Meski Penjualan Hybrid Naik
Hyundai menyebut, tekanan terhadap profitabilitas terjadi meskipun penjualan model hybrid dan kendaraan elektrifikasi lainnya menunjukkan performa yang cukup kuat. Tarif impor dari pasar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang menekan margin keuntungan perusahaan.
Margin laba operasional Hyundai sendiri tercatat berada di angka 5,5 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Dari sisi penjualan, Hyundai menjual sebanyak 976.219 unit kendaraan secara global selama tiga bulan pertama 2026. Angka ini turun 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik global yang berdampak langsung pada melemahnya permintaan pasar otomotif dunia.
Penjualan domestik Hyundai di Korea Selatan turun 4,4 persen menjadi 159.066 unit. Sementara penjualan di luar negeri juga mengalami penurunan sebesar 2,1 persen menjadi 817.153 unit.
Kendaraan Listrik Jadi Penopang Hyundai
Namun, ada kabar positif dari lini kendaraan ramah lingkungan. Penjualan global Hyundai untuk kendaraan listrik, termasuk hybrid, plug-in hybrid, battery electric vehicle (BEV), dan fuel cell electric vehicle (FCEV), justru melonjak 14,2 persen menjadi 242.612 unit.
Jumlah tersebut setara dengan 24,9 persen dari total penjualan global Hyundai pada kuartal pertama 2026.

Komentar