MOTORESTO.ID, JAKARTA — Hyundai Palisade Hybrid menjadi sorotan setelah dilakukan recall kursi elektrik di Amerika Serikat. Langkah ini diambil menyusul dugaan masalah pada sistem pelipatan kursi elektrik yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.
Kasus ini mencuat setelah laporan insiden tragis di Ohio, Amerika Serikat, yang terjadi pada 7 Maret. Seorang balita berusia dua tahun dilaporkan mengalami insiden fatal setelah terjepit kursi elektrik yang bergerak otomatis. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan kegagalan sistem kursi baris kedua dan ketiga dalam mendeteksi keberadaan objek atau penumpang saat mekanisme pelipatan diaktifkan.

Fitur kursi elektrik yang menjadi bagian dari kenyamanan SUV modern itu kini menjadi perhatian serius karena dinilai memiliki potensi risiko keselamatan jika tidak bekerja sesuai standar.
Menanggapi hal tersebut, Hyundai Motors Indonesia (HMID) menegaskan bahwa penanganan isu pada Palisade Hybrid akan mengikuti arahan global dari Hyundai Motor Company. Perbaikan sistem, menurut HMID, dapat dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak atau over the air (OTA), tanpa perlu kunjungan ke bengkel.
OTA merupakan metode pembaruan software kendaraan secara nirkabel melalui koneksi internet, yang memungkinkan perbaikan sistem dilakukan lebih cepat dan efisien langsung dari kendaraan pengguna.
Bagaimana Dengan Indonesia?
COO HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari standar global Hyundai dalam menangani isu produk.
“Untuk recall Palisade, tentunya kita akan selaras dengan Hyundai Motor Corp. Poinnya ada dua, pertama mengikuti guideline HMC, dan customer tidak perlu khawatir karena perbaikan dilakukan dengan over the air (OTA), jadi customer tidak perlu datang,” ujar Fransiscus.
Ia menambahkan bahwa seluruh proses dilakukan secara aktif dan digital, serta konsumen diminta untuk segera melakukan pembaruan sistem yang diberikan oleh pabrikan. Selain itu, ia menegaskan bahwa seluruh kendaraan Hyundai telah tercakup garansi resmi sehingga konsumen tidak perlu khawatir terkait biaya perbaikan.
Lebih lanjut, Fransiscus menekankan bahwa proses recall merupakan bagian dari komitmen kualitas produk agar standar keamanan tetap terjaga. Sistem digital juga memungkinkan proses perbaikan dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.

Komentar