MOTORESTO.ID, JAKARTA — Perubahan signifikan terjadi pada lini produk MPV Toyota di Indonesia. Varian Veloz bensin kini tidak lagi tercantum di situs resmi Toyota Astra Motor, memunculkan indikasi kuat bahwa model tersebut mulai ditarik dari fokus pemasaran utama.
Sebagai gantinya, Toyota kini hanya menampilkan Veloz Hybrid dengan dua pilihan utama, yakni tipe 1.5 V dan 1.5 Q CVT, termasuk varian Modellista dan TSS. Pergeseran ini memperkuat arah elektrifikasi Toyota di segmen Low MPV (LMPV) Indonesia.
Langkah tersebut juga diperkuat dengan program “Hybrid EV Untuk Semua” yang menawarkan harga Veloz Hybrid mulai Rp303 juta hingga Rp389 juta, tergantung varian dan kelengkapan fitur.
Jika ditelisik lebih jauh, perubahan ini memunculkan spekulasi bahwa Toyota mulai mengarahkan Veloz sebagai model hybrid penuh, meninggalkan mesin bensin secara bertahap di pasar domestik.

Dari sisi teknis, Veloz Hybrid dibekali sistem hybrid dengan mesin 2NR-VEX yang menghasilkan tenaga 91 PS dan torsi 121 Nm. Sementara motor listriknya menghasilkan 80 PS dengan torsi 141 Nm, dengan total tenaga gabungan mencapai 111 PS.
Toyota juga menyebutkan bahwa sistem hybrid ini telah disesuaikan untuk kebutuhan MPV keluarga, termasuk kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan di Indonesia.
Efisiensi menjadi salah satu daya tarik utama. Konsumsi bahan bakar diklaim mencapai 28,9 km/liter berdasarkan pengujian media otomotif, sekaligus menjadi salah satu angka kompetitif di kelas MPV hybrid.
Performa tersebut turut diperkuat melalui ekspedisi “New Veloz Hybrid EV Lintas Nusa” sejauh 7.700 km dari Mandalika hingga Medan sebagai pembuktian daya tahan dan efisiensi.
Selain efisiensi, Toyota juga menawarkan berbagai varian yang menyasar kebutuhan berbeda, mulai dari tipe standar hingga flagship Q Modellista TSS yang dilengkapi fitur Toyota Safety Sense, T-Intouch, hingga rear seat entertainment.
Kini Veloz Hybrid berada di kisaran harga Rp300 jutaan, Veloz Hybrid kini diposisikan sebagai salah satu MPV elektrifikasi paling terjangkau di kelasnya, sekaligus mempertegas arah strategi elektrifikasi Toyota di Indonesia.

Komentar