Bisnis
Beranda » Presiden Prabowo Ingin Indonesia Beralih ke Kendaraan Listrik Total, Tinggalkan Ketergantungan BBM Impor?

Presiden Prabowo Ingin Indonesia Beralih ke Kendaraan Listrik Total, Tinggalkan Ketergantungan BBM Impor?

JAECOO J5 EV
JAECOO J5 EV. Dok. Motoresto.id

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Prabowo Subianto kembali menegaskan visinya terhadap masa depan industri otomotif nasional. Dalam pernyataannya, ia mendorong Indonesia untuk beralih secara total ke kendaraan listrik, baik untuk motor, mobil, hingga kendaraan berat.

Menurutnya, ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) berbasis impor menjadi salah satu alasan utama percepatan transisi ini. Ia bahkan menyinggung potensi penggunaan energi terbarukan seperti tenaga surya sebagai sumber listrik utama kendaraan di masa depan.

“Saya ingin total listrik. Saya ingin listriknya dari solar/matahari. Karena apa? Kalau kita pakai ICE, kita masih tergantung dengan impor minyak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan simulasi terkait dampak transisi tersebut. Hasilnya dinilai sangat signifikan terhadap penghematan dan kemandirian energi nasional.

Ia juga menyebut bahwa seluruh kendaraan, mulai dari motor, mobil, truk, hingga traktor, akan diarahkan menggunakan tenaga listrik sebagai bagian dari strategi besar industrialisasi Indonesia.

Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Kakorlantas: Angka Kecelakaan Turun 30,89 Persen

“Whole plan is semua motor kita akan konversi ke motor listrik. Semua mobil, truk, traktor harus tenaga listrik,” tegasnya.

Meski begitu, Prabowo tetap membuka ruang bagi kendaraan berbahan bakar konvensional, khususnya bagi kalangan tertentu. Ia menyindir bahwa pengguna mobil mewah masih bisa menggunakan BBM, namun dengan konsekuensi harga mengikuti pasar global.

“Nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silahkan pakai bensin. Mau 200 dolar, ya silakan,” tambahnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa arah kebijakan otomotif Indonesia ke depan akan semakin condong pada elektrifikasi, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mengurangi impor energi dan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.

Perkenalkan, “Porsche Panamera” Ala Huawei Siap Beredar Juni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *