
motoresto.id/, JAKARTA – Nama Lexus LFA selalu identik dengan sensasi mesin V10 yang melegenda, mahakarya hasil kolaborasi insinyur Toyota dan Yamaha. Suaranya yang gahar dan melengking ini menjadi simbol puncak "kehilangan akal sehat" yang paling indah dalam dunia otomotif.
Kini, Lexus kembali membangkitkan ikon tersebut lewat Lexus LFA Concept, sebuah BEV sports car yang membawa warisan performa dan karakter LFA ke era elektrifikasi.
Membawa DNA Balap

Konsep baru ini diluncurkan dalam world premiere di Jepang, dan dibangun dengan filosofi "Discover Immersion", memastikan pengemudi tenggelam dalam pengalaman berkendara.
Meski mengusung teknologi full electric, model ini tetap mempertahankan DNA track-focused dari GR GT dan GR GT3, dua mobil sport yang berbagi platform dan prinsip pengembangan dengan LFA Concept.
Dari segi visual, LFA Concept tampil rendah dan agresif memeluk jalan dengan tinggi hanya 1.195mm, memadukan low center of gravity, bobot ringan, serta aerodinamika yang dirancang sedetail mungkin.
“Lihat saja posturnya, terutama tampilan belakangnya, dan semuanya berada di bawah tinggi 1.200 mm,” ujar Simon Humphries, Chief Branding Officer Toyota Motor Corporation.
Siluetnya meminjam bahasa desain LFA generasi pertama, hidung panjang, garis mengalir, dan proporsi coupe klasik, namun ditambah sentuhan arsitektur BEV yang memberi tampilan segar serta fleksibilitas letak baterai dan tata ruang kabin.
Penerus Lexus LFA, Bukan Pengganti

Di balik desainnya, Lexus kembali membawa semangat yang dulu lahir dari rasa "Kuyahisha" atau "humiliation" yang pernah dialami ketika mereka belum mampu merancang mobil sehebat kompetitor.
“Rasa malu itu menjadi titik balik bagi kami,” ucap Simon Humphries, mengenang momen ketika Lexus pernah dianggap membosankan.
Akio Toyoda, Chairman Toyota Motor Corporation juga menegaskan bahwa filosofi tersebut kini diteruskan melalui proyek BEV flagship ini, “Naruse-san mewariskan kepada saya bumbu rahasia dalam membuat mobil, bumbu yang lahir dari rasa sakit akibat penghinaan.” jelas Akio Toyoda.
Walaupun harga bahkan spesifikasinya masih ghoib, Lexus menegaskan bahwa LFA Concept akan memunculkan standar baru untuk sound dan feedback pada mobil listrik, sebuah tantangan untuk menciptakan sensasi setajam mesin V10 ikonis mereka, melalui karakteristik performa BEV.
Dengan platform ringan alumunium, kokpit minimalis, dan fokus pada car-driver unity, LFA Concept bukan sekadar penerus sang legenda, melainkan manifestasi dari ambisi Lexus dalam membuktikan bahwa era elektrifikasi tetap bisa menghadirkan mobil yang membuat bulu kuduk berdiri.
