MOTORESTO.ID, JAKARTA — Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar non-subsidi dalam beberapa waktu terakhir, mobil bermesin diesel ternyata masih memiliki tempat tersendiri di hati konsumen Indonesia. Hal itu tercermin dari data wholesales Gaikindo periode Mei 2026 yang menunjukkan Toyota Innova Reborn diesel masih menjadi tulang punggung penjualan keluarga Toyota Innova, bahkan mampu mengungguli capaian Innova Zenix yang menawarkan teknologi hybrid lebih modern dan efisien.
Toyota Innova Series kembali mencatatkan performa kuat di pasar otomotif nasional. Berdasarkan data wholesales Gaikindo periode Mei 2026, total distribusi Toyota Innova Series mencapai 6.658 unit, terdiri dari Innova Reborn sebanyak 3.819 unit dan Innova Zenix sebanyak 2.839 unit.
Data tersebut menunjukkan bahwa meski Toyota terus mendorong elektrifikasi melalui Innova Zenix Hybrid, konsumen Indonesia masih memberikan kepercayaan besar terhadap Innova Reborn, terutama pada varian bermesin diesel.
Innova Reborn Masih Jadi Kontributor Terbesar
Pada periode Wholesale Mei 2026, Innova Reborn menjadi model dengan kontribusi terbesar dalam keluarga Innova. Total distribusinya mencapai 3.819 unit atau sekitar 57 persen dari total wholesales Innova Series.
Varian G A/T Diesel 2022 menjadi penyumbang terbesar dengan catatan 1.927 unit. Sementara itu, varian 2.4 G A/T Diesel Impor 2025 menyusul dengan distribusi 1.362 unit.
Varian lainnya terdiri dari G Diesel 2022 sebanyak 271 unit dan 2.4 G Diesel Impor 2025 sebanyak 259 unit.
Dominasi model diesel ini mengindikasikan bahwa banyak konsumen masih mengandalkan mesin diesel untuk kebutuhan mobilitas harian maupun operasional usaha. Faktor efisiensi, daya tahan, serta karakter torsi yang besar menjadi alasan utama kendaraan diesel tetap diminati.
Innova Zenix Hybrid Semakin Diterima Pasar
Di sisi lain, Toyota Innova Zenix mencatatkan distribusi 2.839 unit selama Mei 2026. Menariknya, mayoritas penjualan berasal dari varian hybrid.
Varian Q HEV CVT TSS Imp 2025 menjadi model terlaris dengan raihan 515 unit, diikuti Q HEV CVT TSS 2.0 2022 sebanyak 484 unit dan G HEV CVT 2.0 2022 sebanyak 447 unit.
Sementara itu, kontribusi varian bensin murni masih berada di bawah model hybrid. Kondisi ini menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi semakin diterima oleh konsumen yang menginginkan efisiensi bahan bakar lebih baik tanpa mengorbankan kenyamanan dan performa.
Hybrid Tumbuh, Diesel Belum Tergeser
Secara keseluruhan, data Wholesale Mei 2026 memperlihatkan dua tren yang berjalan beriringan. Di satu sisi, permintaan terhadap kendaraan hybrid terus meningkat. Namun di sisi lain, kendaraan diesel konvensional masih mempertahankan dominasinya di segmen MPV menengah.

Komentar