Beranda » Tesla Roadster Bisa Salto di Udara, Ini Teknologi di Baliknya

Tesla Roadster Bisa Salto di Udara, Ini Teknologi di Baliknya

MOTORESTO.ID, JAKARTA – Tesla Roadster generasi kedua kembali menjadi sorotan setelah mendemonstrasikan kemampuan melompat dan berputar di udara menggunakan sistem pendorong berbasis udara bertekanan. Aksi tersebut memperlihatkan bagaimana Tesla mencoba menghadirkan teknologi yang berbeda dari mobil sport listrik pada umumnya.

Dalam demonstrasi di Texas, Amerika Serikat, sebuah purwarupa Roadster berwarna putih melaju menaiki tanjakan melengkung, terangkat ke udara, melakukan putaran, lalu mendarat kembali. Aksi tersebut menjadi gambaran kemampuan sistem pendorong yang disiapkan untuk varian tertentu.

Roadster generasi kedua sendiri pertama kali diperkenalkan hampir sembilan tahun lalu. Tesla sempat menargetkan pengiriman pada 2020, tetapi jadwal tersebut terus tertunda.

Tesla Roadster Gunakan Thruster Udara Bertekanan

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah cold-gas thruster, yaitu sistem pendorong yang memanfaatkan gas bertekanan tanpa pembakaran seperti mesin roket konvensional.

Berdasarkan informasi dalam materi yang tersedia, sistem ini menggunakan tabung serat karbon berkapasitas sekitar 600 liter dengan tekanan udara yang disebut mencapai 250 bar. Udara kemudian dilepaskan melalui sejumlah nozel untuk menghasilkan gaya dorong.

Tim Honda Racing Indonesia Incar Gelar Juara di Final Round MFoS 2026

Tesla Roadster Dok. Tesla

Prinsip kerjanya mirip balon yang dilepaskan setelah ditiup. Udara bergerak ke satu arah, sementara gaya reaksi mendorong benda ke arah sebaliknya. Jika dikendalikan secara presisi, sistem ini dapat membantu kendaraan melakukan gerakan tertentu di udara.

Namun, detail teknis mengenai konfigurasi sistem, mekanisme keselamatan, serta kemampuan penggunaan berulang masih perlu dikonfirmasi melalui spesifikasi resmi Tesla.

Tidak Semua Tesla Roadster Bisa Melompat

Tesla disebut menawarkan dua paket tambahan yang berkaitan dengan teknologi pendorong tersebut, yakni Thrust dan Rocket. Paket Rocket menjadi bagian yang ditampilkan dalam demonstrasi lompatan dan memiliki keterbatasan penggunaan.

Tesla menyatakan konfigurasi tersebut tidak disetujui untuk penggunaan di jalan umum. Artinya, kemampuan melompat yang diperlihatkan bukan fitur yang bisa digunakan sembarangan saat berkendara di jalan raya.

Demonstrasi tersebut juga disebut melibatkan pengaturan zona larangan terbang di sekitar lokasi, berdasarkan dokumen otoritas penerbangan Amerika Serikat.

Seperti Apa Spesifikasi MG S6 EV? Simak Detailnya 

Harga Tesla Roadster dan Jadwal Produksi

Tesla belum mengumumkan harga final Roadster generasi kedua maupun memastikan jadwal pengiriman kepada pelanggan. Elon Musk menyebut produksi ditargetkan mulai pada 2028, tetapi target tersebut masih perlu menunggu realisasi.

Angka US$50.000 atau sekitar Rp895 juta yang disebut dalam materi merupakan uang pemesanan awal, bukan harga keseluruhan mobil. Sementara itu, pemesan Founder’s Edition disebut telah membayar US$250.000 atau sekitar Rp4,5 miliar.

Lamanya waktu tunggu juga menjadi sorotan. Salah satu pemesan awal, Sam Altman, disebut memilih meminta pengembalian uang setelah menunggu selama bertahun-tahun.

Tesla Roadster Jadi Etalase Teknologi

Meski jadwal produksinya panjang, Roadster berpotensi memiliki peran penting dalam strategi Tesla. Mobil sport berperforma tinggi seperti ini dapat menjadi halo car, yakni kendaraan yang menampilkan teknologi terbaik sebuah merek dan memperkuat citra produk lainnya.

Daya tarik Roadster bukan hanya pada kemampuan akselerasi atau desainnya, tetapi juga pada teknologi eksperimental yang dibawanya. Namun, konsumen masih perlu menunggu kepastian spesifikasi final, harga, dan jadwal produksi sebelum kemampuan purwarupa tersebut bisa dinilai sebagai produk siap jual.

Toyota Jual Mobil Rp 130 Jutaan, Konsumsi BBM 24,7 Km/L

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *