Home > Gaya Hidup

Ragam Gaya Mengemudi di Jalan Raya, Anda Termasuk yang Mana?

Prilaku atau karakter seseorang akan tampak ketika dia sedang mengemudi di jalan raya
Cara mengemdi di jalan raya akan menentukan keselamatan berkendara.    dok Suzuki
Cara mengemdi di jalan raya akan menentukan keselamatan berkendara. dok Suzuki

MOTORESTO.ID,JAKARTA--Kata orang prilaku atau karakter seseorang akan tampak ketika dia sedang mengemudi di jalan raya. Pepatah itu tampaknya masuk akal meski tidak selalu benar. Namun, dalam kegiatan mengemudi dikenal dengan beragam istilah seperti safety driving, agressive driving dan defensive driving.

Lalu apa perbedaan ketiganya, laman resmi Trac Astra memberikan penjelasan seperti ini.

Safety driving

Merupakan cara mengemudi yang sesuai dengan standar keamanan berkendara di negara tertentu. Indonesia misalnya, aturan berkendara terdapat pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jadi bisa dibilang safety driving adalah kemampuan minimum yang harus dimiliki seseorang untuk berkendara di jalan raya.

Aggressive Driving

Sesuai dengan namanya, pengemudi pada teknik ini cenderung agresif dan tak mengindahkan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Pengemudi seperti ini tak hanya membahayakan diri sendiri dan penumpang tapi juga pengguna jalan lainnya.

Defensive Driving

Defensive driving merujuk pada definisi “berkendara untuk menyelamatkan nyawa, waktu dan uang tanpa terganggu oleh kondisi dan keadaan yang ada di sekitar” (driving to save lives, time, and money, in spite of the conditions around you and the actions of others).

Intinya, dalam defensive driving pengemudi harus mampu memikirkan berbagai kemungkinan yang bisa mengganggu keselamatan selama di perjalanan beserta mitigasinya.

Jika safety driving lebih berorientasi pada kemampuan (skill) berkendara, defensive driving selangkah lebih maju. Karena selain berfokus perilaku berkendara, teknik ini juga berfokus pada sikap pemecahan masalah bila kemungkinan terjadi di jalan.

Sebagai ilustrasi, saat Anda mampu menyalip kendaraan lain berarti Anda sudah memiliki kemampuan berkendara yang aman (safety driving). Namun saat Anda menyalip sambil memprovokasi kendaraan lain tentu Anda akan masuk pada kategori aggressive driving.

Sedangkan dalam defensive driving, Anda tak hanya mampu menyalip tapi juga disertai dengan pertimbangan risiko yang akan terjadi saat Anda menyalip, termasuk memperkirakan kondisi kendaraan yang disalip dan sekitarnya.

Disini faktor keselamatan bersama harus menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan mengambil tindakan di jalan raya.

Ada 4 poin penting dalam defensive driving

Setidaknya ada 4 poin dasar yang menjadi acuan bagi para pengemudi untuk menerapkan defensive driving di perjalanan, antara lain adalah: kewaspadaan, kesadaran, sikap dan antisipasi.

Kewaspadaan (Alertness)

Saat mengemudi, segala hal dapat terjadi di jalanan termasuk hal-hal yang buruk. Anda dituntut untuk selalu waspada dan peka terhadap lingkungan sekitar termasuk waspada dari kesalahan yang dibuat pengendara lain. Untuk itu hindarilah distraksi yang berlebihan saat berkendara seperti bermain ponsel maupun terlalu banyak memilih lagu yang akan didengarkan.

Kesadaran (Awareness)

Pengemudi harus menyadari akan kemampuan berkendaranya, serta kondisi tubuh saat berkendara. Sebaiknya Anda tidak memaksakan diri untuk mengemudi saat kondisi badan sedang tidak baik-baik saja. Diperlukan juga kesadaran untuk berkendara sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sikap dan Mental (Attitude)

Hal ini juga diperlukan saat menerapkan defensive driving. Sebagai pengendara, Anda tentu tak boleh egois apalagi provokatif. Karena tanpa didasari dengan sikap dan mental yang yang baik, alih-alih menerapkan defensive driving Anda justru akan terlihat agresif. Gunakanlah fasilitas umum secara bersama, antrilah sesuai dengan jalur dan jangan merugikan pengguna jalan lain.

Kemampuan Mengantisipasi (Anticipation)

Banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi saat berkendara termasuk hal-hal yang buruk. Untuk itu diperlukan kemampuan mengantisipasi masalah yang timbul baik yang berasal dari diri sendiri, kendaraan yang digunakan maupun dari pengendara lainnya.

Defensive driving dapat ditumbuhkan melalui kebiasaan dan pembiasaan. Namun hal ini akan menjadi jauh lebih baik jika terarah melalui pelatihan dan pendidikan dari para ahli, secara konsisten.

× Image