Geely melalui Lynk & Co mengklaim teknologi baterai 900V terbarunya mampu mengisi daya super cepat, di tengah rivalitas yang kian panas dengan BYD.

MOTORESTO.ID, JAKARTA – Persaingan teknologi kendaraan listrik di Cina semakin panas. Dilansir dari Carscoops, Geely melalui brand Lynk & Co mengklaim baterai terbarunya mempunyai kecepatan pengisian daya yang lebih cepat dibanding rival senegaranya, BYD.
Teknologi tersebut berasal dari baterai Energee Golden Brick 900V yang berkapasitas 95 kWh. Berdasarkan klaim perusahaan, baterai ini sanggup mengisi daya dari 10 ke 70 persen hanya dalam 4 menit 22 detik. Bahkan, untuk pengisian 10 ke 80 persen hanya membutuhkan 5 menit 32 detik.
Semetara itu, pengisian dari 10 ke 97 persen selesai dalam 8 menit 42 detik. Jika angka tersebut terbukti konsisten di penggunaan nyata, maka ini akan menjadi salah satu pencapaian paling agresif di dunia kendaraan listrik massal saat ini.
Sebab, pengisian daya super cepat kini mulai menjadi “medan perang” baru antar pabrikan EV. Ini menggantikan fokus lama yang awalnya hanya berfokus pada akselerasi dan jarak tempuh.
Uji Coba Peak Charging

Dalam pengujiannya, Lynk & Co mampu mencatat peak charging power hingga 1.000 kW. Uniknya, saat level baterai sudah menyentuh 80 persen, daya pengisian masih bisa bertahan di atas 500 kW, bahkan sekitar 350 kW saat baterai mencapai 97 persen.
Angka tersebut tergolong sangat amat tinggi, bahkan melampaui kemampuan fast charging kebanyakan mobil listrik Barat saat ini.
Namun ada satu catatan penting yang tak bisa diabaikan. Kecepatan charging seperti ini tidak akan berfungsi secara maksimal tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Pengujian tersebut sendiri menggunakan charger ultra-fast milik Zeekr yang memang khusus untuk menerima daya sangat besar.
Artinya, performa charging ekstrem ini masih sangat bergantung pada infrastruktur stasiun pengisian berdaya tinggi, yang belum tentu tersedia secara merata. Perihal ini bukan hanya soal siapa yang punya baterai tercepat, tetapi juga siapa yang siap membangun ekosistem charging ultra-fast secara menyeluruh
Pertimbangan Jangka Panjang
Sejumlah pihak menilai bahwa mengejar angka charging ekstrem belum tentu tanpa konsekuensi. Dalam laporan tersebut, BMW bahkan mengingatkan bahwa peningkatan charging speed secara agresif bisa saja menuntut kompromi di aspek lain, seperti daya tahan baterai, biaya produksi, dan performa jangka panjang.
Sebagai gambaran, teknologi ini akan hadir pada sedan listrik Lynk & Co 10, model anyar Lynk & Co yang dibangun di atas arsitektur 900V. Mobil ini menjadi salah satu representasi terbaru pabrikan Cina yang semakin mengejar dominasi teknologi pengisian daya.
Bila benar terimplementasi secara luas, maka teknologi seperti ini berpotensi mengubah persepsi konsumen terhadap mobil listrik. Karena selama ini, hambatan terbesar adopsi EV terletak pada waktu charging yang lama serta infrastruktur yang belum merata.
Namun untuk saat ini, pertanyaan terbesarnya masih sama. Seberapa cepat teknologi itu bisa konsumen nikmati, bukan hanya di atas kertas atau pengujian khusus?

Komentar