Bisnis
Beranda » Nasib Tesla di Persaingan Mobil Listrik Global 2026 Seperti Apa?

Nasib Tesla di Persaingan Mobil Listrik Global 2026 Seperti Apa?

Persaingan ketat produk otomotif global antara produk Eropa, China dan AS telah berdampak terhadap bisnis Tesla.
Persaingan ketat produk otomotif global antara produk Eropa, China dan AS telah berdampak terhadap bisnis Tesla.

MOTORESTO.ID,NEW YORK– Persaingan ketat produk otomotif global antara produk Eropa, China dan AS telah berdampak terhadap bisnis Tesla. Penjualan kendaraan listrik global naik 28 persen tahun lalu dan BYD melampaui penjualan Tesla untuk pertama kalinya secara tahunan.

BYD menyatakan penjualan di luar China meningkat ke rekor 1 juta kendaraan pada tahun 2025, naik sekitar 150 persen dari tahun 2024. Target penjualannya hingga 1,6 juta kendaraan di luar China pada tahun 2026, meskipun belum mengungkapkan target penjualan keseluruhan.

Capaian itu tidak terlepas dari pertumbuhan pesat pasar Eropa, di mana BYD telah memperluas keunggulannya atas pesaing asal AS tersebut. Tesla, yang penjualannya turun sekitar 8,6 persen tahun 2025, harus bersaing ketat, terutama di Eropa. Ini menimbulkan keraguan tentang keseriusannya menghidupkan kembali bisnis otomotif intinya. Apalagi CEO Tesla, Elon Musk telah mengarahkan perusahaan guna pengembangan taksi robot dan robot humanoid.

“Para investor begitu fokus pada masa depan Tesla sehingga mereka mengabaikan angka pengiriman. Yang mereka pikirkan adalah Optimus, Robotaxi, dan AI fisik,” kata Dennis Dick, pedagang di bursa saham Triple D Trading, yang memiliki saham Tesla.

Masalah lain adalah berakhirnya kredit pajak yang diberikan pemerintahan Presiden Donald Trump kepada industri otomotif AS pada September lalu. Menurut data JD Power seperti dikutip Reuters, di AS, kendaraan listrik (EV) menyumbang 6,2% dari penjualan kendaraan ritel pada kuartal tersebut, turun 3,6 poin persentase dari tahun sebelumnya, sementara harga transaksi rata-rata naik hampir $6.000 menjadi $53.300.

Satu Tahun di Indonesia, JAECOO Mantapkan Diri sebagai Brand SUV Premium Lewat Teknologi SHS dan EV

Tesla menyatakan telah mengirimkan 418.227 kendaraan sepanjang kuartal Oktober-Desember. Jumlah itu turun 15,6 persen dari 495.570 pada tahun sebelumnya. Sepanjang tahun, Tesla mengirimkan 1,64 juta kendaraan, lebih rednah dibandingkan dengan 1,79 juta pada tahun 2024.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *