Mitsubishi
Beranda » Mitsubishi Ubah Strategi, Model Baru di ASEAN Bakal Makin Sedikit

Mitsubishi Ubah Strategi, Model Baru di ASEAN Bakal Makin Sedikit

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Mitsubishi Motors mulai mengubah strategi bisnis globalnya dengan mengurangi ketergantungan pada pasar Asia Tenggara atau ASEAN. Pabrikan asal Jepang ini akan lebih fokus mengembangkan produk untuk pasar maju, termasuk kendaraan listrik dan minicar, di tengah persaingan yang semakin ketat dengan produsen otomotif China.

Perubahan strategi tersebut diungkapkan CEO Mitsubishi Motors, Takao Kato, dalam pemaparan visi jangka menengah dan panjang perusahaan pada akhir Mei 2026. Langkah ini diambil setelah Mitsubishi menilai strategi sebelumnya terlalu berpusat pada pasar ASEAN.

Mitsubishi Motors Akui Terlalu Bergantung pada Pasar ASEAN

“Kami terlalu condong ke produk untuk pasar ASEAN dalam rencana jangka menengah sebelumnya,” kata Kato, dikutip dari Nikkei Asia, Minggu (25/10).

Mitsubishi memiliki sejarah panjang di Asia Tenggara. Perusahaan mulai memproduksi kendaraan di Thailand pada 1966, kemudian memperluas bisnis ke Indonesia, Vietnam, dan sejumlah negara lain.

Dalam satu dekade terakhir, kontribusi Asia Tenggara terhadap penjualan global Mitsubishi meningkat dari 20 persen menjadi 31 persen. Namun, pertumbuhan tersebut menghadapi tantangan seiring masuknya produsen mobil listrik China yang semakin agresif sejak 2020.

VinFast Tawarkan Promo Motor Listrik, Hemat hingga Rp3,44 Juta

Di Thailand, Mitsubishi bahkan belum meluncurkan mobil listrik. Sementara di Filipina, pasar yang sebelumnya menunjukkan kinerja relatif kuat, pertumbuhan penjualan mulai melambat sejak awal tahun fiskal 2026 pada April.

Mitsubishi Pangkas Fokus Model Baru di ASEAN

Dalam rencana terbarunya, Mitsubishi menargetkan peluncuran 13 model dalam enam tahun hingga tahun fiskal 2031. Dari jumlah tersebut, hanya satu model yang secara khusus difokuskan untuk Asia Tenggara, yakni generasi terbaru Mitsubishi Xpander.

Model Xpander generasi pertama meluncur pada 2017 dan menjadi salah satu produk penting Mitsubishi di kawasan ini. Jumlah tersebut berkurang dibandingkan rencana sebelumnya yang menargetkan empat model baru untuk ASEAN selama tahun fiskal 2023–2025.

Sebaliknya, sekitar 10 model akan diarahkan ke pasar maju, termasuk kendaraan listrik dan minicar. Mitsubishi juga memanfaatkan kerja sama dengan mitra manufaktur untuk memperluas portofolio produknya.

Salah satu langkahnya adalah menghadirkan mobil listrik kompak hasil kerja sama dengan Foxconn asal Taiwan untuk pasar Australia dan Selandia Baru pada 2026.

Honda Siapkan Pikap Baru, Basisnya Mitsubishi Triton

Target Penjualan Mitsubishi Lebih Rendah dari Puncak

Mitsubishi menargetkan penjualan global sebanyak 900.000 unit pada tahun yang berakhir Maret 2030. Angka tersebut meningkat sekitar 13 persen dibandingkan penjualan pada tahun fiskal 2025.

Meski demikian, target itu masih di bawah pencapaian tertinggi Mitsubishi sebanyak 1,24 juta unit pada tahun fiskal 2018. Target terbaru tersebut juga lebih rendah daripada sasaran 1,1 juta unit dalam rencana sebelumnya.

Peralihan menuju pasar maju membawa tantangan tersendiri. Pangsa pasar Mitsubishi di Amerika Serikat dan Jepang masih relatif kecil, sedangkan jaringan dealernya telah menyusut setelah bertahun-tahun menghadapi kinerja bisnis yang lemah.

Di sisi lain, berakhirnya kesepakatan pembatasan penjualan saham pada 20 Oktober membuka peluang bagi pemegang saham tertentu untuk melepas kepemilikannya dengan memenuhi persyaratan yang berlaku.

Perubahan strategi ini menjadi ujian bagi Mitsubishi Motors. Perusahaan perlu memperkuat daya saing di pasar maju tanpa kehilangan basis konsumen di ASEAN, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama penjualannya.

Changan Deepal Punya Aplikasi, Mobil Bisa Dikontrol dari HP

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *