MOTORESTO.ID, JAKARTA — Nama Beijing Automobile Works (BAW) mulai dikenal di pasar otomotif Indonesia. Namun, di balik merek tersebut terdapat grup industri besar asal China, yakni Shandong Weiqiao Pioneering Group atau Weiqiao.
Weiqiao memiliki bisnis yang cukup beragam, mulai dari tekstil, aluminium, energi hingga otomotif. Grup ini memiliki lebih dari 100.000 karyawan secara global.
Pada 2026, Weiqiao tercatat berada di peringkat ke-156 Fortune Global 500, naik 10 posisi dibandingkan tahun sebelumnya. Grup tersebut juga telah masuk dalam daftar Fortune Global 500 selama 15 tahun berturut-turut. Pada 2025, pendapatannya mencapai US$82,3 miliar.
Dari Tekstil dan Aluminium ke Otomotif
Portofolio Weiqiao mencakup Weiqiao Textile, China Hongqiao Group Limited, hingga Weiqiao Automotive Technology Group.
Pengalaman di sektor material dan manufaktur kemudian menjadi bagian dari pengembangan bisnis otomotif grup. Fokusnya mencakup material ringan, proses produksi, digitalisasi manufaktur, hingga kegiatan daur ulang.
Weiqiao menjadi grup induk BAW pada 2023. Setahun kemudian, grup membentuk Shandong Weiqiao New Energy Automobile Technology Group untuk mengelola bisnis otomotifnya.
Dalam konferensi pers Pemerintah Provinsi Shandong pada 20 Agustus 2025, Weiqiao menjelaskan bahwa bisnis otomotifnya mencakup produksi aluminium, pengolahan komponen, desain dan manufaktur kendaraan, penjualan dan layanan, hingga pembongkaran serta daur ulang kendaraan.
BAW Siapkan Produksi di Indonesia
Di Indonesia, BAW juga tengah menyiapkan pengembangan bisnis. Tocy Tang, Presiden Direktur PT BAW Automobile Trading Indonesia, mengatakan pihaknya telah menandatangani kesepakatan kerja sama untuk memproduksi seluruh jajaran produk BAW di Indonesia pada 31 Juli 2026.
“Di Indonesia, BAW merupakan anak perusahaan dari BAW headquarters di Qingdao, China, dengan nama PT BAW Automobile Trading Indonesia, yang berkedudukan di Menara Prima Mega Kuningan. Kami telah menandatangani kesepakatan kerja sama untuk memproduksi seluruh jajaran produk mobil kami di Indonesia pada tanggal 31 Juli 2026. Kesepakatan ini menjadi bagian dari rencana pengembangan kegiatan BAW di pasar Indonesia,” ujar Tocy.


Komentar