MOTORESTO.ID, JAKARTA — Pabrikan mobil sport asal Italia, Ferrari, kembali menjadi sorotan setelah peluncuran Ferrari Luce, sedan listrik premium yang memicu perdebatan di kalangan penggemar otomotif global. Di tengah kritik desain dan harga tinggi, pihak perusahaan tetap menunjukkan keyakinan bahwa pasar tetap kuat untuk produk terbarunya.
Ferrari Luce EV di Tengah Pergeseran dari BBM ke Elektrifikasi
Dalam era transisi dari kendaraan berbasis BBM menuju elektrifikasi, Luce menjadi simbol perubahan besar strategi pabrikan Maranello. Mobil ini dibanderol sekitar €550.000 atau setara $640.000, menjadikannya salah satu EV premium paling mahal di kelasnya.
CEO Ferrari, Benedetto Vigna, menegaskan bahwa meski banyak kritik terhadap desain dan positioning mobil tersebut, minat konsumen tetap tinggi.
“Kami sudah menerima transfer bank, klien yang hadir menginginkannya,” ujar Vigna dalam sebuah acara di Modena.
Ia juga menyebut bahwa sebagian pelanggan yang hadir pada debut mobil tersebut bahkan sudah melakukan pembayaran uang muka. Menurutnya, respons pasar tidak seburuk yang terlihat di ruang publik.
Kritik Desain Ferrari Luce Tidak Menghalangi Permintaan
Ferrari Luce mendapat perhatian luas karena desainnya yang dianggap terlalu berbeda dari DNA klasik Ferrari. Mobil ini dirancang oleh LoveFrom, studio milik mantan kepala desain Apple, Jony Ive dan Marc Newson.
Sebagian penggemar menilai desainnya terlalu jauh dari karakter emosional Ferrari. Namun, Vigna menilai kritik tersebut akan berubah setelah konsumen melihat dan mencoba langsung mobil tersebut.
“Jika Anda melihat dan mencobanya, Anda akan langsung mengerti bahwa mobil ini tidak ditiru,” jelasnya.
Ferrari Luce dan Strategi Jangka Panjang Ferrari
Ferrari menegaskan bahwa Luce bukan pengganti lini mesin pembakaran internal, melainkan tambahan dalam portofolio produk. Artinya, Ferrari masih akan menjual mobil berbasis BBM dan hybrid bersamaan dengan EV.
Pernyataan ini juga menjadi sinyal bahwa Ferrari masih menjaga keseimbangan antara tradisi mesin konvensional dan masa depan elektrifikasi.
Sementara itu, laporan menunjukkan sekitar 1.600 calon pelanggan telah melihat langsung mobil tersebut dalam acara eksklusif di Roma. Ferrari akan mengumumkan angka pemesanan resmi pada laporan keuangan kuartal kedua 2026.
Di sisi lain, saham Ferrari sempat turun hampir 8,8% setelah peluncuran, sebelum akhirnya kembali stabil. Meski begitu, eks Chairman Ferrari Luca Cordero di Montezemolo memberikan pandangan lebih kritis dengan menyebut Ferrari berisiko “menghancurkan legenda”.

Komentar