
motoresto.id/, JAKARTA — Honda Culture Indonesia 2025 kembali digelar dengan skala yang lebih besar, menegaskan posisinya sebagai salah satu perayaan budaya otomotif terbesar di Indonesia. Tidak hanya memamerkan mobil, acara ini menjadi ruang ekspresi ribuan pencinta Honda dari berbagai kota, generasi, hingga komunitas yang telah tumbuh dan berkembang selama puluhan tahun.
Acara yang diinisiasi oleh Honda Prospect Motor (HPM) ini memang dirancang sebagai bentuk apresiasi terhadap komunitas Honda di seluruh Indonesia. Komunitas-komunitas tersebut tumbuh secara organik, tanpa instruksi pabrikan, tetapi lahir dari kecintaan pemilik terhadap mobil Honda yang mereka gunakan sehari-hari. Di sinilah akar dari Honda Culture bermula.
Lebih dari Sekadar Event Otomotif

Honda Culture Indonesia menghadirkan berbagai aktivitas khas dunia komunitas, mulai dari pameran mobil legendaris, kontes modifikasi, city rolling, talkshow, kompetisi kreatif, edukasi otomotif, hingga area lifestyle dan marketplace yang menjual merchandise serta aksesoris.
Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba langsung berbagai model Honda melalui test drive, memperkuat interaksi antara brand dan pengguna secara langsung.
Untuk edisi 2025, Honda Culture digelar secara roadshow di 11 kota besar. Ajang ini melibatkan 37 komunitas resmi dari 15 model Honda dengan total 50.000 anggota terdaftar. Pencapaian ini melanjutkan kesuksesan tahun 2024, ketika puncak acara di Surabaya menyedot lebih dari 16.000 peserta aktif.
Besarnya antusiasme komunitas membuat gelaran tahun ini diproyeksikan lebih meriah, sekaligus menjadi barometer loyalitas pengguna Honda di Indonesia.
Komunitas yang Membentuk Identitas Honda
Dalam penyelenggaraan tahun ini, HPM menegaskan ulang filosofi bahwa komunitas bukan sekadar pendukung brand mereka adalah identitas brand itu sendiri. Pesan ini ditegaskan langsung oleh Yulian Karfili, Communication Strategy Sub-Division Head HPM.
“Honda itu punya komunitas terbesar di Indonesia. Setiap model punya komunitas lebih dari satu dan tumbuh bukan karena brand, tapi dari kegunaan dan kecintaan mereka sendiri,” ujar Yulian.
“Kami bahkan mencoba riset singkat menggunakan ChatGPT, dan ketika ditanya brand apa yang identik dengan ‘culture’ di Indonesia, yang muncul adalah Honda.”
Menurutnya, Honda Culture hadir untuk memperkuat nilai lebih Honda sebagai brand berbasis gaya hidup, bukan sekadar produsen mobil.
Jadi Strategi Honda Melawan Gempuran Mobil China?
Di tengah agresifnya pabrikan baru asal China masuk ke pasar Indonesia, Honda memilih strategi berbeda. Alih-alih fokus pada promosi produk semata, Honda mengedepankan emosi, warisan (legacy), dan loyalitas komunitas.
Melalui Honda Culture Indonesia Vol. 2 di CIBIS Park, Honda membangun ruang nostalgia lintas generasi, menampilkan mobil-mobil ikonik, modifikasi kreatif, layanan purna jual, hingga kolaborasi budaya urban. Strategi ini memperkuat ekosistem pengguna, menjadikan loyalitas sebagai aset jangka panjang.
