Mobil
Beranda » BUMN Agrinas Impor 35 Ribu Mahindra Scorpio Pick Up, Apa Ancamannya bagi Industri Lokal?

BUMN Agrinas Impor 35 Ribu Mahindra Scorpio Pick Up, Apa Ancamannya bagi Industri Lokal?

Mahindra
Mahindra

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk mengimpor 35 ribu unit Mahindra Scorpio Pick Up pada 2026 menjadi sorotan di tengah lesunya industri otomotif nasional. Angka tersebut bahkan disebut sebagai pesanan ekspor terbesar yang pernah diamankan pabrikan asal India tersebut untuk satu negara.

Mengutip keterangan resmi Mahindra, seluruh unit Scorpio Pik Up akan diproduksi di fasilitas Nashik, India, dan dikirim sepanjang 2026. Kendaraan ini akan digunakan dalam proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), guna mendukung distribusi hasil pertanian dari petani ke koperasi (first-mile aggregation) serta memperkuat logistik antarwilayah pedesaan.

Menariknya, volume 35 ribu unit tersebut bahkan melampaui total ekspor Mahindra pada tahun fiskal 2025. Artinya, kontrak Indonesia menjadi kontributor utama ekspansi global Mahindra tahun depan.

“Sejalan dengan filosofi Rise Mahindra, kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk memungkinkan kemakmuran dan mendukung prioritas nasional,” tulis pernyataan resmi perusahaan, Kamis (20/2/2026).

Spesifikasi dan Kapabilitas

Mahindra Scorpio Pick Up dibekali mesin 2.2 liter mHawk bertenaga 140 tk dengan torsi 320 Nm, transmisi manual 6-percepatan, serta pilihan 2WD dan 4WD lengkap dengan mode 4Low. Kapasitas angkutnya diklaim mencapai 1,2 ton dan kemampuan towing hingga 2,5 ton.

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026, Perkuat Rasa Solidaritas Komunitas Honda

Model ini juga menggunakan ban Mud Terrain (MT), mendukung operasional di medan berat seperti jalur perkebunan dan pedesaan. Fitur modern seperti layar sentuh infotainment dan kamera belakang turut melengkapi spesifikasi.

Saat pertama kali meluncur di Indonesia pada 2019, harga Scorpio Pick Up dibanderol Rp 278 juta (single cabin) dan Rp 318 juta (double cabin).

Dampak ke Industri Nasional

Namun, keputusan impor ini memantik pertanyaan besar. Pasalnya, segmen pikap ringan di bawah 5 ton selama ini menjadi tulang punggung industri otomotif nasional dengan tingkat kandungan lokal (TKDN) relatif tinggi.

Data Gaikindo mencatat penjualan retail pikap ringan sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 110.574 unit atau tumbuh 13,3 persen. Jumlah impor yang disebut mencapai total 105.000 unit dalam skema bertahap nyaris setara total pasar domestik setahun penuh.

Jika kebutuhan tersebut dipenuhi produksi lokal, dampak bergandanya tentu lebih luas bagi industri, tenaga kerja, hingga rantai pasok nasional. Sebaliknya, impor utuh (CBU) dalam jumlah besar berpotensi menekan neraca perdagangan sektor otomotif.

Alva Jadi Pabrikan Motor Listrik Indonesia Pertama Raih Sertifikasi INDI 4.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *