MOTORESTO.ID,PONTIANAK—Pertamina Patra Niaga telah berupaya mengurangi antrean BBM di SPBU di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Dengan
memastikan Integrated Terminal Pontianak beroperasi 24 jam, melakukan penambahan suplai hingga mencapai 140 persen dari kondisi normal.
Pertamina juga menambah armada mobil tangki dan meningkatkan frekuensi pengiriman ke SPBU prioritas. Selain itu, distribusi juga diperkuat melalui pengawalan mobil tangki oleh aparat kepolisian (patwal) guna memastikan percepatan penyaluran dari titik suplai ke SPBU.
“Suplai BBM di Kalimantan Barat terus kami tambah dan distribusikan secara maksimal, dengan berbagai upaya percepatan yang dilakukan, kondisi saat ini mulai berangsur kondusif,” kata Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun dalam keterangan resminya, Minggu (22/3).
Pertamina Patra Niaga juga melakukan penguatan di sisi distribusi. Seperti mengaktifkan tambahan nozzle di SPBU yang sebelumnya belum beroperasi, serta optimalisasi sistem pembelian melalui percepatan aktivasi QR Code untuk memastikan distribusi lebih tepat sasaran. Pertamina melakukan evaluasi opsi penyaluran lain pada kondisi tertentu untuk membantu memecah antrean di lapangan.
Mengenai informasi terkait adanya SPBU yang tidak beroperasi dalam beberapa waktu, Pertamina Patra Niaga menegaskan setiap SPBU yang tidak melayani masyarakat menjadi perhatian serius dan langsung dilakukan evaluasi operasional, termasuk memastikan ketersediaan stok dan kesiapan layanan.
Pertamina bersama Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum juga terus berkoordinasi, termasuk dalam sosialisasi kepada masyarakat, serta penindakan terhadap praktik penimbunan dan aktivitas spekulan yang berpotensi mengganggu distribusi.
dok foto: Pertamina Patra Niaga

Komentar